Kegiatan ini diinisiasi oleh Yayasan Hari Puisi, setelah Pemerintah Republik Indonesia melalui
Menteri Kebudayaan secara resmi menetapkan tanggal 26 Juli sebagai Hari Puisi Indonesia.
Oleh sebab itulah maka peran Lembaga Sensor Film (LSF) perlu hadir untuk memberikan edukasi mengenai sensor mandiri, upaya agar masyarakat tetap sadar untuk memilah dan memilih tontonan sesuai klasifikasi usia.
Prosesi ini merupakan tanda awal pemanfaatan kembali gedung Sasana Adirasa sebagai ruang ekspresi spiritual bagi para penghayat kepercayaan setelah sebelumnya sempat terbengkalai kurang lebih 5 tahun pasca pandemi Covid-19.
Di balik kobaran itu berdirilah sosok agung yang kini tak hanya dikenang sebagai pahlawan nasional, tapi juga seorang sufi, santri, dan pemimpin revolusi: Pangeran Diponegoro.