Inovasi Bawaslu Kulon Progo: Lomba Puisi untuk Mencintai Demokrasi

KULON PROGO – Di masa efisiensi anggaran, Bawaslu Kulon Progo menggebrak dengan melakukan inovasi kegiatan.

Dengan menggandeng Komunitas Sastra-Ku, pengawas pemilu di kabupaten berjuluk Bumi Binangun itu menggelar lomba cipta puisi bertema pemilu dan demokrasi.

Lomba tersebut digelar untuk meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap pemilu dan kehidupan berdemokrasi.

Sebagaimana diketahui, Bawaslu Kulon Progo, juga Bawaslu kabupaten/kota se-Indonesia akan merayakan hari ulang tahunnya yang ke-7 pada 15 Agustus.

Dalam rangka menyemarakkan HUT itulah lomba tersebut diselenggarakan.

Kebetulan pula, Bawaslu Kulon Progo dikomandani oleh sastrawan yang sudah malang melintang di dunia kepenyairan, yakni Marwanto.

Ketika dihubungi Dwipa News, Minggu (3/8/2025), Ketua Bawaslu Kulon Progo, Marwanto S.Sos. M.Si, mengatakan, mungkin sebagian kalangan saat ini memberikan stigma yang kurang baik pada kehidupan berdemokrasi.

Terutama praktik penyelenggaraan pemilu.

“Saya yakin rakyat masih menginginkan pemilu dan pilkada diselenggarakan di tahun-tahun mendatang. Saya juga percaya masyarakat masih memilih demokrasi untuk mengelola bangsa ini.

Adanya stigma negatif pada demokrasi dan pemilu, bisa jadi karena praktik pemilu dan berdemokrasi kita yang masih diwarnai kecurangan dan pelanggaran. Nah, kita ingin mendengar suara jujur lewat puisi untuk memperbaiki praktik berdemokrasi kita,” jelas Marwanto.

Kegiatan lomba puisi tersebut digelar dalam rangka merayakan hari ulang tahun ke-7 Bawaslu Kabupaten Kulon Progo.

Sebagaimana diketahui, lembaga Bawaslu di tingkat kabupaten/kota resmi berdiri secara permanen pada 15 Agustus  2018.

Sebelumnya, pengawas di tingkat kabupaten/kota hanya bersifat ad-hoc.

Lomba puisi tersebut terbuka untuk umum. Jadi tidak sebatas warga Kulon Progo.

Sampai H-2 penutupan lomba, panitia telah menerima kiriman puisi dari berbagai kalangan.

Ada yang penyair, pegiat literasi, akademisi atau pendidik (guru), bahkan penyelenggara pemilu.

Dilihat dari asal pengirim juga  datang dari berbagai daerah.

Selain kiriman lokal dari para penulis di Kulon Progo, tercatat juga ada pengirim dari Bekasi, Indramayu, Madura, Bantul, Sleman, Malaka (NTT), Lampung, bahkan ada yang dari luar negeri, yakni Malaysia.

Diperkirakan, pada hari terakhir besok, akan tambah banyak lagi yang akan kirim puisi.

“Saya memperkirakan di hari terakhir besok akan membludak kiriman puisi. Karena sebagian besar para penulis itu seorang pejuang deadline. Hahaha,” jelas Marwanto sambil berharap masih ada beberapa penulis dari luar negeri yang telah dihubungi, tapi sampai H-1 saat ini belum mengirimkan karyanya.

Penerimaan naskah puisi akan ditutup pada Senin 4 Agustus 2025 pukul 23.59 WIB, lewat email bawaslukp@gmail.com. Nomor kontak panitia: 0858-7702-9904.

Lihat juga...