Somaliland, Maduro–Venezuela, dan Masa Depan Two-State Solution Palestina

Komunitas Muslim perlu mendesak lembaga-lembaga formal seperti OKI dan PBB agar Palestina tetap menjadi agenda utama berkelanjutan. Lebih 1,9 miliar umat Muslim dan puluhan negara anggota OKI, merupakan modal politik dan diplomatik besar. Untuk mencegah terbelahnya konsentrasi dan memastikan perluasan front konflik agar tidak berhasil melemahkan perjuangan two-state solution.

Masa depan solusi dua negara bagi kasus Israel-Palestina akan sangat ditentukan kemampuan komunitas internasional menjaga konsistensi normatif di tengah eskalasi isu global. Somaliland dan Venezuela bukan sekadar gangguan. Tetapi ujian bagi ketahanan tatanan internasional dan kohesi pendukung keadilan global.

Jika PBB dan negara-negara anggotanya mampu menegaskan kembali komitmen terhadap Palestina sambil menegakkan prinsip yang sama (ketaatan pada kesepakatan internasinal) di kasus lain, solusi dua negara masih memiliki peluang.

Jika konsentrasi terus terpecah dan norma dilanggar secara selektif, bukan hanya Palestina terancam kehilangan harapan. Kredibilitas sistem internasional juga terancam.

 

 

Jakarta, ARS (rohmanfth@gmail.com).

Lihat juga...