Jalan Kebangkitan Ummat Islam: Pendidikan Terintegrasi dan Ekonomi Halal

Secara teoritik, ekonomi halal sejalan dengan pendekatan ekonomi institusional yang menekankan pentingnya kepercayaan (trust) dan standar dalam pasar. Proses halal yang ketat—mulai dari bahan baku, produksi, hingga distribusi—menciptakan persepsi kualitas, keamanan, dan etika yang tinggi.

Inilah sebabnya produk halal tidak hanya dikonsumsi Muslim, tetapi juga non-Muslim. Jika umat Islam mampu mengelola sektor ini secara profesional, berbasis teknologi, dan terintegrasi dengan sistem keuangan modern, ekonomi halal dapat menjadi mesin akumulasi modal dan kemandirian ekonomi umat.

Melalui pendidikan terintegrasi dan ekonomi halal, kebangkitan Islam dapat bergerak melampaui batas negara, etnis, dan ideologi politik. Nilai-nilai Islam tidak lagi hadir sebagai simbol perlawanan yang memicu resistensi. Melainkan sebagai kekuatan kultural dan ekonomi yang memberi manfaat universal.

Inilah bentuk kebangkitan Islam yang relevan dengan abad ke-21. Tidak bising secara retorik, tetapi kokoh secara data, teori, dan dampak nyata bagi peradaban global.

 

 

Jakarta, ARS (rohmanfth@gmail.com).

Lihat juga...