9-9-1983 Presiden Soeharto resmikan pemugaran Stadion Sriwedari Solo dan Haornas

JUM’AT, 9 SEPTEMBER 1983 sore di Solo, Jawa Tengah, Presiden Soeharto meresmikan selesainya pemugaran Stadion Sriwedari. Tepat 35 tahun yang lalu, pada tanggal 9 September 1948, di Stadion Sriwedari ini dilangsungkan PON yang pertama.

Dalam amanatnya, Kepala Negara mengatakan, Stadion tersebut dipugar dengan semangat kegotongroyongan yang menjadi ciri dasar kepribadian Masyarakat Indonesia.

“Saya katakan demikian, karena biaya pemugarannya dipikul bersama oleh Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah Propinsi Jawa Tengah dan para dermawan. Hal ini mempertebal perasaan bahwa stadion ini merupakan milik kita semua, yang harus kita manfaatkan bersama dan harus kita pelihara bersama,” sebut Presiden Soeharto.

Dikatakan Presiden, stadion ini perlu dipugar karena sejak beberapa lama keadaannya agak terlantar. Padahal, kota Surakarta sebagai salah satu pusat kebudayaan kita dan kota yang mencatat berbagai peristiwa bersejarah, selayaknya memiliki stadion yang lebih pantas.

Di Surakarta ini pula, sebut Presiden Soeharto, lahir organisasi sepak bola nasional yang kita miliki sampai sekarang, PSSI, di tahun 1930.

Seperti yang ditegaskan dalam Garis-garis Besar Haluan Negara, di tahun-tahun yang akan datang, olahraga akan makin ditingkatkan dan memasyarakatkan, sebagai cara untuk membina kesehatan jasmani dan rohani setiap masyarakat.

“Itulah sebabnya olahraga juga merupakan bagian dari pembangunan dan pembinaan bangsa kita. Kita tidak mungkin mewujudkan masyarakat maju, adil dan sejahtera lahir batinnya seperti yang kita cita-citakan, jika masyarakat kita lemah jasmani dan lemah rohaninya,” terang Presiden Soeharto.

Berkaitan dengan acara peresmian selesainya pemugaran stadion ini, Kepala Negara juga menetapkan tanggal 9 September sebagai Hari Olahraga Nasional, sekaligus juga sebagai awal dari gerakan olahraga nasional.

“Sebagai awal dari gerakan olahraga nasional yang demikian itu, maka hari ini secara resmi saya menyatakan, bahwa tanggal 9 September sebagai Hari Olahraga Nasional !,” kata Presiden Soeharto.

 

_____________________________

Dikutip dari buku “Jejak Langkah Pak Harto 16 Maret 1983 – 11 Maret 1988”, hal 55-56. Buku ini ditulis oleh Team Dokumentasi Presiden RI, Editor: G. Dwipayana & Nazarudin Sjamsuddin dan diterbitkan PT. Citra Kharisma Bunda Jakarta Tahun 2003

Lihat juga...