Sasaran Vaksin Remaja di Banyumas Masih Minim

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

PURWOKERTO — Meskipun usia remaja sudah diperbolehkan untuk mengikuti program vaksinasi, namun di Kabupaten Banyumas masih sangat sedikit yang sudah menjalani vaksin. Dari 162.999 total sasaran, baru 194 yang sudah vaksin, itupun baru dosis pertama.

Rektor Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), Dr Jebul Suroso di UMP, Senin (23/8/2021). (FOTO : Hermiana E.Effendi)

Bupati Banyumas, Achmad Husein mengatakan, kemungkinan belum banyak yang mengetahui bahwa usia remaja sudah diperbolehkan mengikuti vaksinasi. Pada awalnya program vaksin, setelah menyasar manula, kemudian diperuntukkan bagi masyarakat yang usianya di atas 18 tahun.

“Untuk remaja baru 194 yang ikut vaksin dosis pertama, untuk yang sudah menyelesaikan sampai dosis kedua belum ada, karena memang baru dibuka,” jelas Bupati, Senin (23/8/2021).

Sedangkan untuk masyarakat umum, sampai dengan hari ini sudah sebanyak 105.921 orang yang menjalani vaksin dosis pertama atau 11,4 persen. Yang sudah menyelesaikan sampai vaksin dosis kedua ada 31.571 orang atau baru 3,4 persen. Total sasaran vaksin untuk masyarakat umum di Banyumas mencapai 929.011 orang.

Untuk kalangan lansia yang menjadi prioritas program vaksinasi, saat ini tercatat baru 52.188 orang yang menyelesaikan vaksin hingga dosis kedua atau 26,9 persen. Yang baru menjalani vaksinasi dosis pertama ada 71.476 orang atau 36,8 persen, dari total target vaksinasi lansia sebanyak 194.112 orang.

Sementara itu, dalam pelaksanaan vaksinasi massal di Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), terdapat juga beberapa remaja yang mengikuti vaksinasi. Mereka berusia antara 14 tahun hingga 16 tahun.

Rektor UMP, Dr Jebul Suroso mengatakan, program vaksin massal yang dilaksanakan UMP terbuka untuk umum dan untuk lintas agama. Dari total 5.000 vaksin yang disediakan, sebanyak 65 persen diperuntukkan bagi warga di luar keluarga besar UMP.

“UMP ini kampus kemanusiaan, kita melaksanakan program vaksinasi untuk membantu pemerintah supaya target vaksin segera terealisasi demi melindungi masyarakat dari penyebaran Covid-19. Sehingga vaksin ini terbuka untuk masyarakat umum dan sejauh ini antusiasme untuk mengikuti vaksin sangat tinggi,” jelas Rektor UMP.

Tim Vaksinasi dari Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC), dr Eko Rini Listyowati saat menghadiri acara vaksinasi massal di UMP mengatakan, untuk program, ada dua jalur yang dilakukan, yaitu melalui jalur vaksin massa yang dilaksanakan di berbagai daerah dan biasanya penyelenggaranya adalah perguruan tinggi Muhammadiyah. Yang kedua melalui jalur vaksin reguler yaitu rumah sakit dan klinik Muhammadiyah.

“Dari kedua jalur tersebut, sampai saat ini sudah 200.000 lebih masyarakat yang terjangkau vaksin dari Muhammadiyah,” tambahnya.

Lihat juga...