Lusa Nanti Wisata Wayang Windu Bandung Kembali Dibuka
Editor: Koko Triarko
BANDUNG – Objek wisata alam Wayang Windu Penenjoan, Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, akan kembali dibuka pada 22 Juni 2021, setelah ditutup sementara sejak 15 Juni lalu, seiring ditetapkannnya status Siaga I Covid-19 di wilayah tersebut. Objek wisata alam ini menyajikan keindahan hamparan kebun teh hijau, dengan berbagai spot foto yang instagramable.
“Insyaallah kalau tidak ada kebijakan baru atau perpanjangan penutupan objek wisata dari pemerintah, lusa kita mulai buka lagi, karena penutupannya itu cuma berlaku tujuh hari,” ujar pengelola Wayang Windu Panenjoan, Ije Rohimat, saat dihubungi Cendana News, Minggu (20/6/2021).
Ije mengaku sangat menghormati kebijakan pemerintah yang memutuskan untuk menutup tempat-tempat wisata, meskipun kebijakan tersebut berdampak cukup besar terhadap perekonomian masyarakat, khususnya yang berada di lingkungan objek wisata.

“Memang keselamatan manusia harus dinomor satukan. Kita hormati itu, dan kita turuti. Tapi, semoga penutupan tersebut tidak makin panjang, karena dampaknya terasa oleh masyarakat yang mata pencahariannya ada di sektor pariwisata, seperti para pedagang, petugas keamanan dan sebagainya,” ungkap Ije.
Ia pun menegaskan, bahwa pengelola objek wisata Wayang Windu Panenjoan sangat ketat dalam menjalankan aturan dan prosedur protokol kesehatan. Bahkan, bila ada pengunjung yang tidak bermasker, dilarang masuk ke dalam tempat wisata.
“Ini kan komitmen kami. Saya kira semua objek wisata menjalankan protokol kesehatan yang baik, karena kita semua tidak ingin tempat wisata jadi klaster penyebaran virus,” papar Ije.
Namun, rencana kembali dibukannya objek wisata sendiri tidak sepenuhnya disambut baik oleh masyarakat.
Dani Ramadhan (29), warga Arjasari, menilai pembukaan objek wisata justru akan memancing orang berpergian.
“Sebaiknya dipastikan dulu situasinya sudah aman atau belum. Jangan sampai situasi belum aman orang masih banyak yang berpergian, risikonya itu mengerikan. Jujur saya sangat khawatir dengan angka-angka Covid-19 ini,” tandas Dani.
Lagi pula, kata Dani, masyarakat sudah cukup banyak mendapatkan waktu liburan usai lebaran lalu. Karena itu, pilihan untuk diam di rumah sementara adalah yang terbaik.
“Ini pendapat pribadi saya. Silakan mau diikuti atau tidak. Yang perlu diingat, penyakit ini risiko bukan cuma kita yang tanggung, tapi semua orang, terutama keluarga di rumah,” pungkas Dani.