Hasil Pemeriksaan Medis di Banyumas Belum Menemukan Varian Delta

Editor: Maha Deva

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Banyumas, Sadiyanto, di Purwokerto, Sabtu (26/6/2021) - FOTO : Hermiana E.Effendi

PURWOKERTO – Hasil pemeriksaan medis di Banyumas, belum ditemukan infeksi COVID-19, dari varian delta. Kendati demikian, melihat perkembangan penambahan kasus positif serta aktivitas mobilitas masyarakat, kemungkinan besar virus varian B.1.617.2 atau varian delta, sudah ada di Kabupaten Banyumas.

“Kalau melihat kondisi masyarakat Banyumas, besar kemungkinan varian delta sudah masuk ke Banyumas, namun dari hasil pemeriksaan medis, memang belum ditemukan, karena masih ada 13 sampel yang kita kirim ke Universitas Gajad Mada (UGM) Yoyakarta dan belum dikirim hasilnya,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Banyumas, Sadiyanto, Sabtu (26/6/2021).

Sadiyanto mengatakan, pihaknya mengirimkan 18 sampel dari warga Banyumas yang diketahui positif dan habis bepergian keluar daerah ke UGM. Namun sampai saat ini, hasil pemeriksaannya baru keluar lima dan semua dinyatakan bukan COVID varian delta.

Tetapi, masih ada 13 yang belum keluar hasil pemeriksaannya. Pihaknya sudah beberapa kali menanyakan ke UGM terkait 13 sampel tersebut, namun dari pihak UGM menyatakan ada skala pemeriksaan untuk daerah-daerah tertentu, yang sudah dipastikan terdapat varian delta. Seperti Kabupaten Kudus dan sekitarnya.

Sadiyanto menyebut, ada beberapa gejala yang perlu diwaspadai untuk COVID varian delta. Antara lain, ada gejala sakit kepala yang disertai sakit tenggorokan, flu dan demam. Gejala tersebut berbeda dengan COVID-19 sebelumnya, yang lebih cenderung mempunyai gejala batuk dan kehilangan indra penciuman, serta indra perasa. “Kalau dilihat dari gejalanya, sangat mungkin varian delta sudah ada di Banyumas,” ucapnya.

Bupati Banyumas, Achmad Husein menyampaikan, sampai saat ini status Banyumas masih pada zona oranye, meskipun ada penambahan kasus positif cukup banyak. Saat ini, pasien COVID-19 yang masih menjalani perawatan di ICU, total ada 69 orang. Dan untuk pasien positif, yang sedang menjalani isolasi, total ada 655 orang.

Hanya saja, dari jumlah tersebut sebagian merupakan warga dari luar Kabupaten Banyumas. Jumlah pasien COVID-19 yang sedang menjalani perawatan dan berasal dari luar Banyumas, saat ini ada 56 orang. Sementara yang lainnya, berasal dari Kabupaten Cilacap sebanyak 88 orang, dari Purbalingga ada 31 orang, dari Banjarnegara enam orang dan Kabupaten Kebumen ada lima orang.

“Untuk pasien positif yang sedang menjalani karantina, yang berasal dari luar Kabupaten Banyumas total ada 204 orang dan yang merupakan warga Banyumas ada 452 orang. Untuk BOR sekarang sudah turun menjadi 82 persen, namun untuk bed occupancy rate (BOR) atau keterpakaian tempat tidur di ICU masih pada angka 90,78 persen,” pungkas Husein.

Lihat juga...