575 RT di Kabupaten Banyumas Terapkan PPKM Mikro
Redaktur: Muhsin Efri Yanto
PURWOKERTO — Sebanyak 575 Rukun Tetangga atau RT di wilayah Kabupaten Banyumas mulai menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro, karena banyaknya kasus positif di wilayah tersebut. Dari jumlah tersebut, total ada 1.117 jiwa yang terkonfirmasi positif Covid-19.
Bupati Banyumas, Achmad Husein mengatakan, pada salah satu kecamatan, yaitu Kecamatan Gumelar ada RT yang masuk zona merah. Dimana dalam 7 rumah terdapat 15 orang yang positif Covid-19 dan sembilan rumah lainnya ada 21 orang positif Covid-19.
“Sekarang sudah ada 575 RT yang harus menerapkan PPKM mikro dan untuk yang masuk zona merah diberlakukan mikro lockdown, kegiatan dan aktivitas masyarakat di lokasi tersebut benar-benar dibatasi dan diawasi,” kata Bupati, Senin (28/6/2021).
Lebih lanjut Husein menjelaskan, untuk RT yang masuk zona merah baru terdapat di Kecamatan Gumelar. Namun untuk RT yang masuk zona orange cukup banyak, tersebar pada beberapa kecamatan. Antara lain Baturaden, Purwokerto Selatan, Kedungbanteng, Kembara, Patikraja, Pekuncen, Purwokerto Utara serta Tambak.
Berbagai upaya terus dilakukan Pemkab Banyumas untuk menanggulangi dan mencegah penyebaran Covid-19. Selain menerapkan PPKM mikro di tingkat RT, pembatasan kegiatan juga dilakukan terhadap tempat-tempat publik, seperti supermarket, restoran, hingga pasar tradisional dan tempat wisata. Saat ini, alun-alun Purwokerto juga kembali dilarang untuk aktivitas warga.
“Penambahan kasus positif sudah mencapai ratusan tiap harinya, sehingga upaya pencegahan harus dimaksimalkan,” tegasnya.
Sebagai salah satu upaya pencegahan, vaksinasi massal juga mulai menyasar kepada masyarakat umum dengan usia 18 – 50 tahun. Untuk vaksinasi massal pertama, Pemkab Banyumas menyiapkan sebanyak 1.800 dosis dan selanjutnya akan dibuka vaksinasi kedua dengan kuota hingga 3.000 dosis.
Gencarnya pelaksanaan vaksinasi massal ini terus dilakukan. Setelah sebelumnya hanya menyasar kepada lansia dengan usia di atas 60 tahun, sekarang mulai menyasar kepada anak-anak muda dan usia produktif.
“Anak-anak usia sekolah juga harus mendapatkan vaksin, sehingga kita gencarkan vaksin massal. Pelaksanaannya di GOR Satria dan pendaftaran dilakukan secara online, untuk menghindari kerumunan,” tuturnya.
Sementara itu, terkait rumah sakit darurat yang memanfaatkan salah satu hotel di kawasan Baturaden, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Banyumas, Sadiyanto mengatakan, saat ini rumah sakit darurat sudah terisi 12 pasien positif dan untuk kesiapan tempat tidur, baru terdapat 35 buah.
“Namun, kita terus upayakan untuk menambah jumlah tempat tidur setiap harinya secara bertahap,” kata Kadinkes.