Permintaan Komoditas Ternak Penuhi Kebutuhan Daging, Meningkat

Editor: Makmun Hidayat

LAMPUNG — Permintaan komoditas ternak untuk penuhi kebutuhan daging sapi meningkat jelang Idul Fitri. Peningkatan permintaan tersebut terlihat dari tingginya volume pengiriman ternak sapi, kambing, ayam dan itik yang dilalulintaskan.

Agus Hariyadi, pengemudi kendaraan ekspedisi pengangkut ternak sapi mengaku pengiriman meningkat dua kali lipat. Pada kondisi normal Agus Haryadi bilang memenuhi permintaan Rumah Potong Hewan (RPH) 32 ekor perdua pekan. Namun sejak awal ramadan ia bisa mengirim sebanyak 62 ekor sapi jenis peranakan ongole (PO).

Ternak sapi tersebut diperoleh dari salah satu perusahaan penggemukan (feedloter) di Sidomulyo, Lampung Selatan. Tujuan ke wilayah Jati Asih, Bekasi dominan untuk pemenuhan daging konsumsi.

Agus Hariyadi, salah satu pengemudi angkutan ternak sapi asal Lampung Selatan tujuan Bekasi, Jawa Barat mengurus dokumen karantina pertanian di kantor Wilker Bakauheni, Sabtu (8/5/2021). -Foto Henk Widi

Permintaan daging sapi sebutnya menyesuaikan kebutuhan pasar. Satu ekor sapi PO sebutnya dijual mulai harga kisaran Rp21juta hingga Rp22juta menyesuaikan berat. Ia menyebut proses pengiriman komoditas peternakan saat masa pandemi Covid-19 tetap diprioritaskan. Surat keterangan veteriner, dokumen pengiriman akan diserahkan ke karantina pertanian wilayah kerja Bakauheni.

“Sekali berangkat menuju ke Pulau Jawa dengan kapal penyeberangan kami berangkat sebanyak empat mobil dengan jumlah sapi yang dibawa mencapai 64 ekor belum termasuk dari perusahaan lain, namun pengirim ternak sapi harus melaporkan ke pihak karantina dan membayar biaya penerimaan negara bukan pajak,” terang Agus Hariyadi saat ditemui Cendana News, Sabtu (8/5/2021).

Agus Hariyadi menyebut sapi yang akan dikirim ke RPH di Pulau Jawa dipastikan sehat. Kebutuhan akan sapi yang dibesarkan pada perusahaan penggemukan itu dominan untuk kebutuhan konsumsi. Bahan daging sapi sebutnya akan dipakai untuk kebutuhan bakso, sop, sate hingga kuliner rendang. Permintaan sapi hidup diprediksi masih akan terjadi sepekan jelang lebaran.

Selain sapi, ternak yang alami peningkatan permintaan jenis kambing. Hasil peternakan kambing diakui Slamet salah satu pengemudi kendaraan ekspedisi diperoleh dari wilayah Lampung Tengah. Perekor kambing jenis rambon, kacang dijual mulai harga Rp1,5juta hingga Rp2juta. Kambing yang dijual merupakan pesanan sejumlah RPH untuk bahan kuliner

“Banyak masyarakat mempergunakan menu daging sebagai sate, sop dan rendang untuk hidangan saat berpuasa,” bebernya.

Slamet menyebut imbas permintaan meningkat, dalam sepekan ia mengirim sebanyak dua kali. Normal dalam sepekan ia hanya mengirimkan kambing hidup sebanyak 60 ekor kambing. Penambahan jumlah kambing yang dikirimkan menyesuaikan permintaan dari pedagang sate, sop dan gulai saat Ramadan. Permintaan akan meningkat saat mendekati Idul Fitri.

Nurdin, pedagang daging sapi di Pasar Bakauheni, menyebut permintaan tinggi diiringi kenaikan harga. Normalnya daging sapi dengan campuran tulang dijual seharga Rp100.000  hingga Rp110.000 perkilogram. Namun sejak awal ramadan daging sapi naik menjadi Rp120.000 hingga maksimal Rp140.000 perkilogram. Pemesan dominan pemilik usaha kuliner dan sejumlah konsumen rumah tangga.

“Permintaan yang meningkat menjadi peluang usaha bagi pemilik ternak sapi,” bebernya.

Kepala Badan Karantina Pertanian, Kementerian Pertanian, Ali Jamil menyebut permintaan komoditas peternakan meningkat. Pada tingkat konsumsi skala besar komoditas telur ayam cukup diminati. Jenis komoditas peternakan jenis sapi, kambing, ayam dan bebek harus dilaporkan. Ia mewanti wanti kepada petugas karatina meminta tips atau bea di luar PNBP yang ditetapkan.

Saat melakukan kunjungan kerja ke Karantina Bakauheni, Ali Jamil meminta petugas karantina siaga. Sebab potensi permintaan daging sapi yang tinggi berpotensi digunakan sebagai bahan oplosan. Penggunaan oplosan kerap memakai daging celeng. Pengawasan perlalulintasan daging celeng asal Sumatera tujuan Jawa diperketat untuk melindungi konsumen.

Lihat juga...