Gurih dan Kenyal Bakso Dada Ayam Kaya Protein Penggugah Selera
Editor: Makmun Hidayat
LAMPUNG — Bakso kerap identik disediakan dengan bahan daging sapi. Namun varian olahan bakso dengan daging ayam khususnya bagian dada bisa jadi pilihan yang lezat untuk disantap.
Ardian, pemilik usaha bakso Ali di Jalan Imam Bonjol, Langkapura, Kecamatan Kemiling, Bandar Lampung menyebut bakso berbahan daging ayam jadi menu alternatif.
Meski menyediakan menu bakso daging sapi, Ardian bilang menyediakan menu bakso daging ayam. Ia memilih bagian dada ayam atau boneless yang dikenal tidak memiliki tulang keras. Bakso daging ayam sebutnya bisa dibuat dengan cara yang sederhana. Alat yang dibutuhkan sebutnya dengan memakai blender atau food processor untuk menghaluskan bagian dada ayam.
Ardian menyebut bagian daging dada ayam dihaluskan bersama es serut. Beri tambahan kulit ayam potong dadu, baking powder, tepung tapioka, tepung tapioka, garam, merica bubuk. Tambahan pelengkap berupa putih telur, bawang putih. Bahan kuah yang diperlukan berupa air kaldu, garam, merica bubuk, seledri, bawang putih yang dihaluskan.
“Semua bahan berupa daging dada ayam serta kulit ayam bersama bumbu dihaluskan memakai blender, selanjutnya bentuk menjadi bulat memakai sendok dan dimasukkan ke dalam panci berisi air hangat, rebus hingga matang, angkat lalu masukkan dalam es serut lalu ditiriskan,” terang Ardian saat ditemui Cendana News, Sabtu (8/5/2021).

Setelah bakso dada ayam dibentuk, Ardian menyebut proses selanjutnya membuat kuah. Campuran kaldu, garam, merica bubuk, batang seledri dan bawang putih yang dihaluskan direbus hingga mendidih. Saat akan disajikan kuah bisa disiram pada racikan bakso dada ayam. Sebagai pelengkap bisa ditambahkan mi telur, daun bawang, bawang goreng, saus tomat dan sambal. Bakso dada ayam juga bisa disajikan bersama mi ayam sesuai selera.
Ardian menyebut menyediakan varian menu bakso dada ayam karena memiliki banyak manfaat. Bagi orang dewasa, mengonsumsi bakso dada ayam kaya akan protein, sumber mineral dan vitamin. Konsumsi bakso daging ayam juga diyakini menstabilkan berat badan, menjaga tekanan darah, mengurangi risiko kanker, mengurangi kolesterol dan menguatkan tulang.
“Bagi anak bakso dada ayam menjadi sumber protein, menjaga kekebalan tubuh, membantu metabolisme tubuh dan perkembangan otak,” ulasnya.
Ia menyebut varian bakso dada ayam dibuat untuk pelanggan yang menghindari daging sapi. Satu porsi sajian bakso dada ayam sebutnya dijual dengan harga Rp10.000. Satu porsi berisi sebanyak delapan butir bakso ayam lengkap dengan tambahan mi putih, irisan seledri dan kecambah. Bagi yang menyukai bakso dada ayam untuk campuran mi ayam bisa ditambahkan dengan harga Rp15.000 per porsi.
Bagi konsumen yang akan membeli bakso dada ayam belum diolah ia juga menyediakannya dalam kondisi divacuum. Bakso yang telah divacuum dalam kemasan bisa dipesan untuk bahan olahan tambahan. Bakso dada ayam kerap jadi campuran pembuatan sayur tumis, capcay dan campuran mi goreng. Dalam bentuk kemasan dan siap konsumsi Ardian menyebut pelanggan bisa memesannya secara online memakai aplikasi pesan antar.
Katerine, penyuka bakso menyebut menyebut biasanya ia memilih bakso daging sapi. Namun varian bakso dada ayam memiliki rasa yang enak, gurih dan kenyal. Tekstur lembut hasil olahan daging ayam bagian dada bercampur tulang lunak terasa di lidah. Disajikan menggunakan kuah yang hangat, ia menyebut aroma merica, daun seledri menggugah selera.
“Saat dibelah bagian bakso daging ayam bagian dada terasa lembut, dengan campuran saus, sambal dan kecap rasa bakso dada ayam semakin lezat,” bebernya.
Selain mencoba bakso dada ayam yang disajikan dengan kuah hangat, ia juga mencobanya dengan mi ayam. Sajian bakso yang lebih kenyal sebutnya lebih terasa saat dicampurkan dengan mia dan ayam cincang. Berbahan daging ayam pilihan bagian dada ia menyebut bakso itu kaya akan protein dan nutrisi yang baik. Bakso dada ayam juga cukup terjangkau dengan mi ayam hanya Rp15.000 per porsi.