Tiga Anak di Sikka Terkena DBD, Satu Dinyatakan Sembuh
Editor: Makmun Hidayat
MAUMERE — Satu dari tiga anak yang terserang demam berdarah dengue (DBD) dan mendapatkan perawatan intensif di Ruang Anak RS TC Hillers Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), dinyatakan sembuh.
Pasien bernama Zionatan asal Desa Lepolima, Kecamatan Alok Timur yang berumur 7 tahun ini sudah dinyatakan sembuh dan telah kembali ke rumahnya.
“Satu anak sudah sembuh asal Desa Lepolima, sedangkan dua anak lainnya masih menjalani perawatan di Ruang Anak,” kata Dokter Spesialis Anak RS TC Hillers Maumere, dr. Mario B. Nara, SpA, saat ditemui Cendana News di rumah sakit, Selasa (13/10/2020).

Mario menjelaskan, dua anak yang yang masih menjalani perawatan bernama Maria Yuliana berumur 7 tahun asal Desa Koting A dan Anastasia Yasinta AB Diaz berumur 1 tahun asal Kota Maumere.
Dia menambahkan, Zionatan dipulangkan ke rumahnya dan telah dinyatakan sembuh karena trombosit yang bersangkutan telah kembali normal dan kondisi tubuhnya pun sudah prima.
“Dua anak lainnya masih sedang dalam tahap pemulihan karena kondisi kesehatan mereka belum membaik dan trombosit jauh di bawah kondisi normal sehingga masih terus dirawat,” terangnya.
Mario menyebutkan, trombosit anak bernama Maria Yuliana sudah mengalami peningkatan mencapai 90 ribu sedangkan Anastasi Yasinta trombositnya masih 32 ribu padahal trombosit normal minimal 150 ribu.
Sementara itu Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo telah mengeluarkan surat bernomor Dinkes.P2P/112/1/2020 dan menggarisbawahi 5 hal yang perlu diperhatikan dan dilakukan masyarakat dalam menangani DBD.
Robi sapaannya minta masyarakat segera berkoordinasi dengan petugas kesehatan terdekat untuk secara bersama-sama melakukan gerakan 4 M Plus, yakni menutup rapat dan menguras tempat penampungan air seminggu sekali, mengubur atau mendaur ulang kaleng-kaleng dan botol bekas yang dapat menampung air.
“Memantau semua wadah air yang berpotensi menjadi tempat perindukan nyamuk DBD serta menggunakan obat nyamuk, lotion anti nyamuk, pemakaian kelambu dan pemberian abate pada tempat penampungan air yang sulit dikuras,” imbaunya.
Selain itu, Robi meminta diperhatikan penggunaan air minum kemasan gelas dan botol yang dapat menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk DBD dan secara teratur mengganti atau membuang air tampungan kulkas.
“Secara teratur membuang air tampungan di dispenser, pot bunga, tempat minum ternak dan tempat lainnya yang memungkinkan genangan air yang tidak kontak langsung dengan tanah,” imbaunya.