Terhenti Akibat Covid-19, Pemkot Semarang Kembali Lanjutkan Proyek Pembangunan

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

SEMARANG – Sempat terhenti akibat pandemi covid-19, Pemkot Semarang memastikan sejumlah proyek pembangunan segera kembali berjalan. Termasuk, pembangunan Pasar Johar, jembatan kaca Tinjomoyo, serta RSUD Mijen tipe D.

“Meski di tengah berbagai keterbatasan, Pemkot Semarang bersama seluruh lapisan masyarakat, tetap berusaha melanjutkan berbagai program pembangunan, dengan semangat gotong royong,” papar Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi di Semarang, Senin (17/8/2020).

Hal itu seperti yang dilakukannya dalam kurun lima tahun terakhir, dimana kemajuan Kota Semarang tidak lepas dari spirit gotong royong seluruh elemen masyarakat, melalui konsep pembangunan Bergerak Bersama.

“Ke depan kita mengupayakan agar Kota Semarang dapat terus melaju, bahkan berlari. Termasuk merealisasikan rencana pembanguan Kota Semarang yang seharusnya dilaksanakan pada tahun 2020 ini, namun harus tertunda karena fokus pada penanganan Covid-19,” terangnya.

Rencana pembangunan tersebut diantarnya melanjutkan pembangunan Pasar Johar, pembangunan jembatan kaca Tinjomoyo, melanjutkan pembangunan RSUD Mijen tipe D, serta beberapa pembangunan fisik lain.

Terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang, Sih Rianung, memaparkan proses pembangunan yang sudah dirancang pihaknya, cukup terhambat akibat pandemi covid-19.

Terutama akibat, adanya pemangkasan anggaran untuk penanganan covid-19. Sebelumnya anggaran DPU pada 2020, sebesar Rp 320 miliar, kemudian dipangkas untuk refocusing penanganan covid-19 menjadi Rp 125 miliar.

Akibatnya, beberapa proyek yang terpaksa ditunda di antaranya normalisasi saluran kawasan Simpanglima dan Jalan Ahmad Dahlan, pembangunan jembatan Semarang Indah, pembangunan jembatan kaca Tinjomoyo, penyempurnaan water mountain atau air mancur menari, pembangunan kolam retensi, hingga peningkatan pengendali banjir.

“Khusus untuk jembatan kaca Tinjomoyo, rencananya dibangun setinggi 25 meter, panjang 60 meter, dan lebar 3 meter. Anggaran yang disiapkan Rp12 miliar. Jembatan ini dibangun di atas sungai Kaligarang, yang melintas di dekat hutan wisata Tinjomoyo, Semarang,” terangnya.

Pihaknya pun berharap sesuai instruksi Wali Kota Semarang, berbagai pembangunan di Kota Semarang, yang sebelumnya tertunda akibat covid-19, bisa segera dilanjutkan kembali.

Lihat juga...