Omzet Penjualan Hewan Kurban di Yogya, Menurun
Editor: Koko Triarko
YOGYAKARTA – Sepekan menjelang pelaksanaan hari raya Iduladha, sejumlah pedagang hewan kurban di pasar hewan Yogyakarta mengeluhkan penurunan omzet. Hal tersebut disinyalir terjadi karena penurunan daya beli masyarakat sebagai dampak adanya pandemi virus Corona.
Salah seorang pedagang hewan kurban dari Madura Jawa Timur, Muhammad Syukur, mengaku hingga saat ini baru mampu menjual sekitar 300 ekor sapi kurban miliknya. Padahal, pada momen yang sama tahun lalu, ia bisa menjual hingga 400 ekor sapi.

“Tahun ini penjualan jauh menurun. Tahun lalu itu saya bawa 400 ekor sapi, semua laku. Tapi tahun ini, bawa 400 ekor hanya laku sekitar 300 ekor saja. Ya, mungkin dampak Corona. Jadi, masyarakat yang ikut kurban tidak sebanyak tahun lalu,” ungkapnya, saat ditemui di Pasar Hewan Ambarketawang, Gamping, Sleman, Minggu (26/07/2020).
Pedagang sapi khusus jenis Madura ini, mengaku setiap tahunnya memang selalu menjual sapi kurban ke wilayah Yogyakarta. Ratusan sapi ia tawarkan ke sejumlah pasar hewan tradisional mulai dari Pasar Ambarketawang, Pasar Prambanan, Pasar Imogiri, dan lainnya.
“Untuk harga jual sebenarnya tidak jauh berbeda dibandingkan tahun lalu. Berkisar antara Rp17 juta hingga Rp20juta. Ada juga yang Rp22juta. Tergantung ukuran dan bobot sapi. Untuk omzet, setiap musim kurban seperti sekarang ini, ya bisa mencapai Rp2 Miliar,” jelasnya.
Di pasar hewan Ambarketawang, Gamping, Sleman, ratusan hewan kurban, khususnya sapi, dijual sejumlah pedagang sapi dari berbagai daerah setiap 5 hari sekali mengikuti pasaran Jawa. Beragam jenis sapi ditawarkan mulai dari jenis PO, Limosin, Madura, Bali hingga Brahman.
Kepala UPTD Pasar Hewan Ambarketawang, Yudha Andi Nugroho, menyebut peningkatan penjualan hewan kurban di pasar Ambarketawang sudah terjadi sejak awal Juli, lalu. Ia mencatat peningkatan jumlah hewan khususnya sapi yang diperjualbelikan mencapai 10-15 persen lebih.
“Untuk mengantisipasi penyebaraan Covid-19, kita menerapkan protokol kesehatan bagi semua pedagang maupun pembeli. Mulai dari penyemprotan cairan disinfektan, pemakaian masker, penyediaan tempat cuci tangan dengan sabun, hingga handsanitizer. Termasuk juga jaga jarak. Meskipun pelaksanaannya di lapangan cukup sulit. Namun, selalu terus kita ingatkan,” katanya.