Lima Sekolah di Bekasi jadi Model KBM Tatap Muka

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

BEKASI – Pemerintah Kota Bekasi, Jawa Barat, melalui Dinas Pendidikan sudah berkirim surat permohonan izin terkait penerapan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Pemkot Bekasi terus melakukan sosialisasi dan simulasi protokol Covid-19 terkait kepatuhan penerapan Protokol Covid-19. Hal itu bentuk persiapan jika Mendikbud sudah menyetujui dilakukan KBM Tatap Muka dilaksanakan di sekolah role model yang telah disiapkan.

Bahkan Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi, sudah meninjau langsung beberapa ruang kelas di sekolah yang dipersiapkan sebagai sekolah role model KBM tatap muka dari posisi bangku, dan sistem yang diterapkan.

“Dari tinjauan langsung terlihat ruang kelas sudah siap dengan meja belajar menggunakan pembatas. Bahkan pelaksanaan tatap muka dilakukan dua shift (ganjil-genap) untuk peserta didik dengan pembatas,” ungkap Rahmat Effendi, Kamis (23/7/2020).

Dikatakan saat ini sudah ada lima sekolah role model KBM tatap muka, satu lagi ada di wilayah Jatirahayu, Kecamatan Pondokmelati dan sudah dilihat langsung, saat ini tahap pengajuan.

“Kesiapan ini merupakan cara adaptasi yang diberlakukan, jadi orang tua juga tidak perlu khawatir, pihak sekolah juga pasti waspada pada siswanya dengan mengikuti protokol kesehatan,” ujarnya mengaku telah melihat sekolah di Pondok Melati.

Menurutnya, sekolah yang ditetapkan menjadi role model tersebut, tiap kelas memiliki jarak yang diberlakukan dalam proses belajar mengajar, terutama guru yang harus protektif dalam pengawasan sehingga siswa pun harus mengikuti pemberlakuan tersebut.

Dia memastikan peraturan protokol kesehatan dilakukan ketat, terutama penggunaan masker, dalam meminimalisir adanya penularan atau kasus baru. Karena sekolah role model tersebut jelasnya, menjadi contoh bagi sekolah lain jika ingin mengajukan proses KBM tatap muka.

Diketahui, sebelumnya Pemkot Bekasi sudah mengeluarkan syarat dalam pelaksanaan Adaptasi Tatanan Hidup Baru Masyarakat Produktif Aman Covid-19 pada Kegiatan Belajar Mengajar di Kota Bekasi.

Pertama, melakukan sosialisasi SOP kepada kepala sekolah, guru, penilik, pengawas, tenaga kependidikan, orang tua siswa, komite dan masyarakat. Penyediaan dan pengecekan sarana dan prasarana yang dibutuhkan.

Kedua, peningkatan kompetensi guru dalam menciptakan ragam dan teknik kegiatan yang menyenangkan sebagai psikoterapi, monitoring peserta didik dan orang tua.

Selanjutnya melaksanakan protokol kesehatan antara lain, melakukan screening fisik, tiap rombel dibagi dua shift, setiap kelas maksimal 20 siswa, jam pelajaran dibagi dua sesuai jumlah jam berdasarkan aturan kurikulum yang berlaku.

Lalu durasi tiap jam mata pelajaran maksimal 30 menit, pengaturan posisi duduk di ruang kelas dan ruang guru minimal berjarak 1 meter. Pembelajaran tatap muka di zona hijau tentunya mengikuti protokol kesehatan yang ditentukan.

Sekolah Nassa (Nasional Satu) menjadi satu dari lima sekolah role model lainnya di Kota Bekasi meliputi sekolah Victory Plus, Al-Azhar 6, SD Pekayon 6, dan SMPN 02 Kota Bekasi.

Kelima sekolah tersebut hanya sebatas persiapan karena hingga kini belum melangsungkan kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka, meskipun sudah dilakukan sosialisasi dan simulasi protokol kesehatan.

Untuk itu, syarat wajib yang telah dipenuhi lima sekolah role model ini juga memiliki aksesibilitas yang dekat dengan fasilitas pelayanan kesehatan baik rumah sakit, Unit Kesehatan Sekolah (UKS) dan Puskesmas untuk melakukan antisipasi.

Permohonan tatap muka KBM sebagai bagian dari langkah ATHB Masyarakat Produktif Aman Covid-19 dengan terus mempertimbangkan segala sesuatu termasuk kesiapan sarana dan prasarana penanggulangan Covid-19.

Lihat juga...