Keterbatasan Air Bersih Jadi Tantangan Koperasi Samiran Terapkan Prokes
BOYOLALI — Kelangkaan air di musim kemarau menjadi tantangan tersendiri bagi Koperasi Sahabat Damandiri Sejahtera Samiran dalam mengelola sejumlah unit usaha, baik itu Homestay, Warung Damandiri maupun objek wisata Taman Bunga Merapi Garden di masa new normal saat ini.
Bagaimana tidak, terletak di lereng gunung Merapi dan Merbabu, Desa Cerdas Mandiri Lestari Samiran Selo Boyolali Jawa Tengah merupakan kawasan yang selama ini dikenal sebagai daerah minim air. Setiap musim kemarau tiba warga biasanya harus membeli air untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.
“Tentu ketersediaan air bersih merupakan tantangan yang harus kita hadapi saat ini. Sebab penerapan protokol kesehatan, seperti kebiasaan mencuci tangan dengan sabun, mengharuskan kita menyediakan air yang cukup bagi pengunjung,” ujar Manager Umum Koperasi Sahabat Damandiri Sejahtera Samiran Bayu Pramana, Selasa (28/07/2020).
Untuk mengatasi hal tersebut, Bayu mengaku telah melengkapi sejumlah unit usaha baik itu Warung Damandiri maupun Taman Bunga Merapi Garden dengan fasilitas tambahan berupa tandon air baru. Adanya tandon air baru itu diharapkan dapat mencukupi kebutuhan air bersih bagi wisatawan yang berkunjung ke DCML Samiran.
“Selama musim kemarau, kebutuhan air kita penuhi dengan cara membeli. Tentu saja ini akan menambah biaya operasional. Namun untuk sementara ini, kita belum akan menaikan tarif tiket masuk bagi pengunjung karena ini kan masih uji coba. Walaupun kemungkinan nanti arahnya kesana,” katanya.
Memasuki masa new normal ini, Koperasi Sahabat Damandiri Sejahtera Samiran yang merupakan Koperasi binaan Yayasan Damandiri mulai membuka kembali sejumlah unit usaha di bidang pariwisata. Pembukaan unit usaha baik itu homestay, warung Damandiri maupun objek wisata Taman Bunga ini dilakukan atas dorongan masyarakat sekitar yang menginginkan perputaran ekonomi pasca pandemi Covid-19.
“Kita membuka kembali sejumlah unit usaha untuk menggerakkan kembali sektor pariwisata di desa Samiran. Karena di tengah masa paceklik musim kemarau seperti sekarang, warga tidak bisa lagi mengandalkan hasil dari sektor pertanian. Sehingga warga hanya bisa mencari penghasilan dari sektor pariwisata, baik itu dengan menyewakan homestay, menjadi tukang parkir hingga berjualan,” katanya.
Beberapa minggu pasca dibuka kembali, geliat ekonomi dari sektor pariwisata di Desa Cerdas Mandiri Lestari Samiran diketahui mulai berangsur membaik. Hal itu terbukti dengan semakin ramainya kawasan Desa Wisata Selo ini oleh para wisatawan. Khususnya saat akhir pekan seperti hari sabtu dan minggu.
“Alhamdulillah saat ini perkembangannya cukup bagus. Khususnya saat akhir pekan Sabtu dan Minggu kawasan Selo sangat ramai oleh wisatawan. Terutama wisatawan lokal. Hal ini tentu saja berdampak positif pada perputaran ekonomi masyarakat DCML Samiran,” pungkasnya.