Usaha Tempe Menjes Darmanto Tetap Bertahan di Tengah Pandemi
Redaktur: Muhsin Efri Yanto
MALANG — Akibat Pandemi covid-19 banyak pelaku usaha yang terseok-seok, bahkan tidak jarang yang terpaksa harus menutup usahanya. Seperti halnya yang dialami salah satu warga Desa Cerdas Mandiri Lestari (DCML) Kedungkandang, Darmanto dalam menjalankan usaha menjes kacang atau tempe menjes yang sudah dirintisnya sejak 1999.
Meskipun tidak sampai menutup usahanya, Darmanto mengaku sempat mengalami penurunan omset hingga 50 persen akibat kenaikan harga bahan baku karena pandemi covid-19.
“Untuk produksi menjes kacang pada saat pendemi covid-19 memang ada penurunan karena terkendala harga bahan baku yang melambung naik,” akunya saat ditemui di rumahnya, Selasa (28/7/2020).
Bahan baku yang naik di antaranya kedelai yang biasanya sebelum pandemi hanya 6.800, menjadi 9.100 per kilogram. Kemudian kacang tanah yang sebelumnya hanya 16 ribu, melonjak naik mencapai 29.500 per kilogram.
Meskipun harga bahan bakunya mengalami kenaikan yang signifikan, Darmanto mengaku tidak berani menaikkan harga jual produk tempe menjes buatannya karena khawatir kehilangan pelanggan, sehingga harga jualnya tetap 12 ribu rupiah per nampan. Hanya saja, agar tidak mengalami banyak kerugian, Darmanto menyiasatinya dengan sedikit menipiskan ukuran.
“Pelanggan sempat protes karena ukuran tempe menjesnya lebih tipis. Tapi ya mau bagaimana lagi karena pada waktu itu harga bahan bakunya memang naik semua,” ujarnya.
Tapi sekarang di masa transisi new normal, bersyukur harga bahan baku sudah mulai turun meskipun tidak seperti sebelum pandemi. Sekarang harga kacang tanahnya turun menjadi 22.500 rupiah dan 7.200 rupiah untuk harga kedelainya.
“Karena sekarang harga bahan bakunya berangsur turun, jadi ukuran tempe menjes juga sudah saya kembalikan lagi seperti semula,” tuturnya.
Lebih lanjut dikatakan Darmanto, sebagai salah satu warga DCML Kedungkandang yang terkena dampak pandemi covid-19, ia mengaku bersyukur telah mendapatkan bantuan paket sembako dari yayasan Dana Sejahtera Mandiri (Damandiri).
“Meskipun tidak mendapatkan bantuan dari pemerintah, Alhamdulillah saya mendapatkan bantuan paket sembako berupa beras dan juga telur dari yayasan Damandiri,” terangnya.
Sementara itu disebutkan, dalam pengembangan usaha tempe menjesnya, Darmanto memanfaatkan pinjaman Modal Kita dari Koperasi Unit Desa (KUD) Suluh Sejahtera Mandiri binaan yayasan Damandiri.
“Saya sudah pernah dua kali mengajukan pinjam uang ke Modal Kita untuk tambahan modal usaha tempe menjes. Pinjaman pertama dua juta rupiah dan yang kedua lima juta rupiah. Alhamdulillah semua pinjaman sudah terbayar lunas,” pungkasnya.