Libur Lebaran, Kampung Homestay Damandiri Samiran Ludes Diserbu Wisatawan
Redaktur: Muhsin Efri Yanto
BOYOLALI, Cendana News – Seluruh homestay atau penginapan milik warga, di desa binaan Yayasan Damandiri, Samiran, Selo, Boyolali, Jawa Tengah, diketahui ludes dipesan wisatawan asal luar daerah, pada masa libur lebaran tahun 2022 ini.
Adanya kebijakan pemerintah yang mengijinkan tradisi mudik lebaran tahun ini, menjadi faktor utama yang membuat kawasan wisata Selo kembali ramai. Sehingga mampu menggerakkan perekonomian di desa terpencil lereng gunung Merapi dan Merbabu ini.
Manager Umum Koperasi Sahabat Damandiri Samiran, Bayu Pramana, selaku pengelola Kampung Homestay Damandiri Samiran menyebutkan, pada libur lebaran tahun 2022 ini, seluruh kamar homestay Damandiri telah penuh diisi oleh wisatawan. Bahkan pemesanan kamar ini sudah dilakukan sejak jauh-jauh hari.
“Pada libur lebaran tahun ini, seluruh kamar di Kampung Homestay Damandiri penuh disisi wisatawan. Bahkan sejak jauh-jauh hari sudah diboking. Khususnya untuk H+1 dan H+2 lebaran,” ungkap Bayu, Kamis (5/5/2022).
Banyaknya wisatawan asal luar daerah yang ingin menginap di Kampung Homestay Damandiri Samiran, bahkan membuat sejumlah pengelola homestay terpaksa harus menolak pesanan, karena seluruh kamar telah penuh terisi.
“Kita sampai menolak pesanan tamu homestay, karena seluruh kamar sudah penuh terisi. Baik itu yang memesan lewat jasa aplikasi online, maupun pesanan secara langsung,” bebernya.
Tingginya minat wisatawan untuk menginap di kawasan Kampung Homestay Damandiri Samiran ini menjadi bukti nyata keberhasilan Yayasan Damandiri, dalam menggerakkan perekonomian desa Samiran, Selo, Boyolali lewat sektor pariwisata.
Pasalnya sebelum ramai seperti sekarang, desa Samiran hanyalah sebuah desa terpencil yang sepi.
Sepanjang tahun 2017 hingga 2022 ini, Yayasan Damandiri bentukan Presiden ke-2 RI HM Soeharto, melalui program Desa Cerdas Mandiri Lestari (DCML) tercatat telah membangun banyak hal untuk mengubah desa ini menjadi pusat kawasan wisata yang sangat maju dan ramai seperti saat ini.
Di samping membangun sejumlah magnet pariwisata seperti warung cafe, hingga objek wisata taman bunga, Yayasan Damandiri, melalui Koperasi Sahabat Damandiri Samiran, juga telah membangun sedikitnya 15 unit homestay di kawasan ini.
Rumah-rumah warga yang awalnya hanya digunakan sebagai tempat tinggal, oleh Yayasan Damandiri direnovasi dan diubah menjadi penginapan atau homestay, sehingga bisa menjadi sumber pemasukan bagi warga desa.
Sampai dengan saat ini tercatat ada sebanyak 23 homestay dengan 70 kamar berdiri di kawasan Kampung Homestay Damandiri.
Jumlah ini belum termasuk, puluhan homestay lain yang dibangun warga secara mandiri, sejak beberapa tahun belakangan, yang terinspirasi oleh keberhasilan program Yayasan Damandiri.