Perjalanan Malam Hari, Hindari Kemacetan dan Lebih Nyaman
Editor: Koko Triarko
LAMPUNG, Cendana News – Sejumlah masyarakat memilih perjalanan malam hari saat gelombang arus balik Lebaran 2022 untuk menghindari kemacetan.
Mereka menempuh perjalanan malam hari dengan berkonvoi atau bersamaan. Baik dengan sepeda motor maupun mobil.
Nurmaidi, salah satu pemudik asal Banten mengaku berangkat malam hari, Kamis (5/5/2022) untuk menghindari kemacetan.
Prediksi Kementerian Perhubungan terjadinya puncak arus balik pada Jumat (6/5/2022) hingga Minggu (8/5/2022) membuatnya balik lebih awal.
Sebelumnya, Nurmaidi telah membeli tiket online kapal reguler via aplikasi Ferizy.
Aplikasi pembelian tiket milik PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) tersebut membuatnya bisa mengatur jam keberangkatan dan tiba di Pelabuhan Bakauheni.
“Sejak sore kami telah membeli tiket untuk lima motor, berbarengan balik ke Banten setelah merayakan lebaran bersama keluarga di Lampung Selatan,” terang Nurmaidi, Kamis (5/5/2022) malam.
Menurut Nurmaidi, ada imbauan dari ASDP Bakauheni dan Kepolisian bahwa pengendara harus sudah memiliki tiket sebelum masuk pelabuhan.
Pengendara yang belum memiliki tiket akan diputarbalik keluar dari pelabuhan.
Nurmadi pun mengaku beruntung bisa membeli tiket di sejumlah gerai penyedia tiket secara online.
Melakukan perjalanan malam hari, Nurmadi memiliki sejumlah pertimbangan.
Antara lain, jarak antara rumah dan pelabuhan yang hanya berkisar tiga kilometer, dan menghindari cuaca panas siang hari.
Menurutnya, cuaca panas siang hari bisa mempengaruhi kondisi kesehatan dan kendaraan.
“Sampai Pelabuhan Merak diprediksi subuh hari, karena kami tinggal di wilayah Cilegon,” ungkapnya.
Sementara itu dengan berkonvoi bersama pengendara lain, menjadi cara untuk keamanan.
Dia mengaku tidak kuatir melakukan perjalanan malam hari karena sejumlah pos keamanan dari Polres Lamsel juga siaga.
Pengendara mobil pribadi dari Metro Lampung, Subandi, juga memilih perjalanan malam hari untuk balik ke Jakarta.
Pengalaman terjebak macet saat arus mudik membuatnya selalu memantau situasi.
Dia melakukan perjalanan via Gerbang Tol Tegineneng Timur dan keluar di Exit Tol Bakauheni Selatan.
“Perjalanan saat malam hari menjaga kondisi kendaraan, saat di kapal juga tidak panas,” ungkapnya.
Subandi membeli tiket di Rest Area KM 49 B. Estimasi waktu saat naik kapal di dermaga reguler membuatnya bisa membeli tiket di Rest Area Jalan Tol Sumatera.
“Perjalanan malam hari lebih nyaman karena tidak panas. Dan, terhindari dari kemacetan,” katanya.