Idul Adha Warga Manfaatkan Peluang Kulit Ketupat
Redaktur: Muhsin Efri Yanto
LAMPUNG — Jelang Idul Adha 1441 Hijriah dimanfaatkan oleh warga Telukbetung untuk beralih profesi sementara waktu. Seperti yang dilakukan Rahmat, salah satu pedagang di pasar Kangkung, Teluk Betung, Bandar Lampung dengan berjualan kulit ketupat.
Permintaan kulit untuk ketupat yang merupakan pelengkap menikmati hidangan olahan daging disebutnya kerap meningkat jelang Idul Fitri dan Idul Adha. Opor daging dan gulai semakin nikmat saat disantap bersama ketupat.
Ia menjual sekitar 500 bungkus kulit ketupat dengan harga Rp7.000 untuk satu rangkaian kulit ketupat berisi 10 bungkus. Berjualan sejak tiga hari sebelum Idul Adha memberinya hasil ratusan ribu.
“Daun kelapa muda atau janur diperoleh dari kebun lalu dirangkai menjadi kulit ketupat selanjutnya dijual, hanya butuh waktu maksimal empat hari karena janur mudah layu,” terang Rahmat saat ditemui Cendana News,Rabu (29/7/2020)
Peluang menjual kulit ketupat menurut Rahmat hanya terjadi selama dua kali dalam setahun. Meski mendapat untung terbatas ia menyebut penghasilan berjualan kulit ketupat bisa dipergunakan untuk kebutuhan keluarga.
Suminah, salah satu warga Teluk Betung menyebut membeli kulit ketupat sebanyak dua rangkaian. Berisi sebanyak 20 kulit ketupat dibelinya seharga Rp15.000. Ia berencana akan membuat ketupat untuk menyambut anak dan sang cucu yang akan mudik ke kampung. Sebab ketika Idul Fitri keluarga yang ada di Banten tidak bisa pulang kampung.
“Lebaran Idul Adha jadi kesempatan untuk berkumpul bersama keluarga dengan ketupat dan opor,” terang Suminah.
Suminah menyebut akan membuat opor ayam dan entok untuk sajian bersama ketupat. Sehari sebelum Idul Adha ia akan memasak ketupat dan opor ayam serta entok.
Selain pedagang kulit ketupat sejumlah pedagang ayam, itik entok marak di pasar Kangkung. Bahan kebutuhan daging ayam, itik dan entok kerap jadi alternatif untuk pembuatan opor pelengkap sajian ketupat saat Idul Adha.