Desa Badanhurip Sentra Peternakan Bebek di Lamsel

Editor: Koko Triarko

LAMPUNG – Potensi lahan pertanian sawah ribuan hektare di kecamatan Palas, Lampung Selatan, dimanfaatkan warga untuk menggembalakan bebek. Dermawan, pemilik usaha penetasan hingga pembesaran bebek di Desa Bandanhurip, menyebut potensi sumber pakan melimpah menjadi peluang warga beternak bebek jenis petelur dan pedaging.

Memiliki sekitar 5.000 ekor bebek, sebanyak 3.000 di antaranya merupakan jenis petelur dan 2.000 pedaging. Hasil telur bebek yang telah disortir dengan potensi menjadi bibit akan ditetaskan. Telur yang tidak ditetaskan, selanjutnya akan dijual ke pengepul sebagai bahan pembuatan kue dan konsumsi. Setiap hari bebek miliknya bisa menghasilkan ribuan butir telur dengan sistem penggembalaan.

Bebek milikinya dipelihara oleh pekerja yang bertugas menggembalakan. Para pekerja akan mendapat upah harian serta persentase dari jumlah telur yang dihasilkan.

Dermawan, warga Desa Bandan Hurip, Kecamatan Palas, Lampung Selatan, menyiapkan bibit bebek petelur dan pedaging yang akan dijual ke peternak, Senin (6/7/2020). -Foto: Henk Widi

Selama lahan pertanian sawah belum diolah untuk penanaman, bebek bisa dilepaskan untuk mencari makan keong, ikan dan rumput. Usai masa tanam, ia akan mengandangkan bebek dan mencari lahan sawah di luar daerah untuk penggembalaan.

“Awalnya, saya mencari bibit dari daerah Sumatra Selatan lalu berkembang dan menjadi banyak, hingga saya bisa memiliki alat penetas sendiri untuk bisa memperoleh bibit, sebagian dijual ke peternak lain,” terang Dermawan, saat ditemui Cendana News, Senin (6/7/2020).

Jenis bibkt bebek petelur, menurut Dermawan akan dijual kepada peternak lain seharga Rp10.000. Bebek umumnya masih berusia 10 hari usai penetasan. Peternak kerap meminta 1.000 hingga 2.000 ekor bebek.

Potensi bebek petelur, menurutnya sangat besar karena bebek bisa produksi saat usia 6 bulan. Masa produktif bebek bisa mencapai 3 tahun tetap menghasilkan telur.

Sebagian bebek jenis pedaging telah dikembangkan olehnya dengan proses penetasan. Jenis bebek pedaging digunakan untuk pasokan sejumlah usaha kuliner. Usia bebek pedaging cukup singkat, mencapai 3 bulan dengan bobot rata-rata 1 kilogram.

Memelihara bebek pedaging menjadi usaha bulanan dengan permintaan rata-rata mencapai 3.000 ekor sekali siklus pembesaran.

“Bebek petelur bisa memberi hasil harian, namun pedaging menjadi investasi bulanan,” cetus Dermawan.

Peternak lain bernama Waris, memanfaatkan peluang usaha ternak bebek dengan pengembangan alat penetasan. Semula ia hanya menjadi peternak biasa, namun selanjutnya mulai berkreasi.

Ia menciptakan alat penetasan yang dijual ke peternak lain dengan harga Rp1juta per unit. Kebutuhan alat penetasan, menurutnya cukup tinggi untuk kebutuhan indukan baru.

Satu alat penetas bisa menghasilkan ratusan bibit bebek. Proses penyortiran telur yang berkualitas menjadi langkah untuk mendapatkan bibit bebek yang produktif. Pembuatan alat penetasan membuat sejumlah peternak lain bisa melakukan regenerasi bebek tidak produktif setelah usia 3 tahun.

“Bebek yang tidak produktif akan dijual untuk dipotong dan diganti dengan bibit baru yang lebih menghasilkan,” paparnya.

Menjadi peternak dan penetas bebek, membuat wilayah Bandanhurip dikenal sebagai sentra budi daya bebek. Waris menyebut, sebagian peternak mulai menjajaki usaha pembuatan telur asin. Sebab, potensi telur yang dihasilkan akan memiliki nilai tambah. Per butir telur bebek dijual seharga Rp2.000, namun dengan pengolahan menjadi asin bisa dijual Rp4.000 per butir.

Mata rantai ekonomi sektor ternak bebek, disebut Waris bisa membantu petani yang kreatif. Sebab, petani pemilik sawah bisa memanfaatkan lahan untuk beternak bebek. Potensi pakan dari sawah dari limbah pertanian hingga hama keong, bisa menjadi sumber pakan efektif. Peluang tersebut dimanfaatkan warga Palas menjadi penopang ekonomi saat pandemi Covid-19 melanda.

Peluang tersebut juga diincar Rendy Antoni, petani di Desa Sukaraja yang memiliki lahan sawah. Ia membeli 1.000 ekor bebek pedaging dan sebanyak 1.000 bebek petelur. Bibit bebek pedaging dibeli dari wilayah Belitang, Sumatra Selatan saat usia 10 hari. Pemasok bibit sekaligus penampung bebek pedaging untuk kebutuhan usaha kuliner.

“Rantai pasokan bibit serta permintaan hasil produksi akan lancar, karena hanya butuh waktu tiga bulan,” terang Rendy.

Ia menyebut, kebutuhan pakan bebek diperoleh dengan proses penggembalaan. Namun ia tetap menyediakan pakan bebek dengan bahan dedak, tepung roti, tepung ikan dan vitamin. Menjual bebek per ekor dengan harga Rp35.000, menjual sebanyak 500 ekor saja ia bisa mendapatkan hasil Rp17,5juta.

Budi daya bebek petelur juga tetap memberinya hasil per pekan dengan menjual rata-rata 500 butir telur seharga Rp2.000 per butirnya.

Lihat juga...