Budi Daya Tanaman Hortikultura, Petani Sikka Optimalkan Teknologi

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

MAUMERE – Penggunaan sistem pertanian irigasi tetes dan penerapan teknologi pertanian dalam budidaya tanaman hortikultura di Kabupaten Sikka sangat tepat dan sangat membantu para petani terutama yang telah dilakukan petani muda di Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Saat mengunjungi kebun petani muda di Kelurahan Wailiti, Kecamatan Alok Barat, Kabupaten Sikka, Komandan Kodim 1603 Sikka melihat secara langsung aktivitas para petani yang sedang melakukan kegiatan pemanfaatan lahan dalam mengembangkan pertanian hortikultura.

“Pengembangan pertanian dengan hal baru dalam menggunakan teknologi smartphone untuk penyiraman tanaman dan pemupukan ini sangat membantu para petani hortikultura,” kata Dandim 1603 Sikka, Letkol. Inf. M. Zulnalendra Utama, SIP, Rabu (22/7/2020).

Saat berada di kebun irigasi tetes tersebut, Zulnalendra menekankan pentingnya daya juang, kerja keras, cepat dan tepat. Yang membuat dirinya kagum adalah saat penyiraman dan pemupukan juga menggunakan aplikasi online dari smartphone.

Menurutnya, saat sekarang ini negara  Indonesia lagi dilanda pandemi Corona dimana hal yang sangat mendasar adalah daya tahan pangan yang saat ini harus dipertahankan.

“Saya apresiasi dengan ide dan langkah-langkah penerapan tanaman hortikultura dengan sistem irigasi tetes melalui smartphone. Hal ini perlu kita pertahankan dan bila perlu ditingkatkan dalam pemanfaatan lahan tidur yang ada di wilayah Kabupaten Sikka,” ujarnya.

Hanya saja tambah Zulnalendra, perlu dicari solusi agar tanaman hortikultura tidak terserang hama penyakit. Dikatakannya, ketahanan pangan sangat penting karena kebutuhan pangan semakin besar.

Sementara itu, Yance Maring, petani di Kelurahan Wailiti yang menerapkan sistem irigasi tetes dan penggunaan smartphone untuk penyiraman dan pemupukan tanaman, mengaku berkat diberitakan media banyak orang datang ke kebunnya dan ingin belajar sistem tersebut.

Yance menyebutkan, dirinya sedang mencari dana untuk mengontrak lahan lainnya seluas satu hektare untuk dikembangkan menjadi kebun contoh. Nantinya kata dia, orang yang akan belajar bisa datang ke kebun tersebut agar tidak mengganggu lahan produksinya.

“Saya saat ini sedang mencari dana agar bisa menyewa lahan lagi untuk pengembangan kebun contoh penggunaan sistem irigasi tetes. Lahannya sudah ada namun saya masih mencari modal,” ungkapnya.

Yance mengatakan, penggunaan sistem irigasi tetes membuat pemakaian air untuk penyiraman tanaman lebih hemat. Dengan menggunakan teknologi smartphone dirinya pun hanya mengirimkan pesan pendek ke modul yang dipasang di kebunnya dan tanaman otomatis disiram serta dipupuk.

Dia mengaku membeli aplikasi penyiraman tanaman hanya dengan mengirimkan pesan pendek atau menggunakan internet dan jaringan Wifi yang mana modul atau alat tersebut diciptakan seorang alumni Institut Teknologi Bandung (ITB).

“Menggunakan teknologi membuat kita tidak mengeluarkan banyak waktu dan tenaga untuk melakukan pemupukan dan penyiraman tanaman. Namun butuh modal besar karena selang irigasi tetes harus dibeli dari luar negeri,” ungkapnya.

Pada kesempatan mengunjungi kebun milik Yance Maring tersebut, Dandim Sikka berbincang dan berdialog langsung dalam suasana santai dan bersahabat bersama para petani dalam penerapan teknologi smartphone irigasi tetes.

Lihat juga...