Pesantren Miliki Daya Ungkit untuk Tingkatkan Ekonomi Nasional

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran Kemenkop UKM, Victoria Simanungkalit pada diskusi UKM di Jakarta, beberapa waktu lalu. Foto: Sri Sugiarti.

JAKARTA — Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM) terus mendorong peningkatan ekonomi melalui pemberdayaan pesantren. Pasalnya, lembaga pendidikan tersebut mempunyai daya ungkit tersendiri.

Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran Kemenkop UKM, Victoria Simanungkalit mengatakan, pesantren menjadi poin penting untuk meningkatkan ekonomi. Karena memiliki komunitas yang sangat kuat.

Dalam situasi pandemi Covid-19, kesehatan menjadi hal utama, namun tak kalah penting, bagaimana menggerakkan ekonomi agar terbentuk kemandirian masyarakat.

“Pesantren ini punya daya ungkit. Karena bisa menyelesaikan permasalahan dua sisi, yakni suplay dan demand. Dapat menjadi produsen produk-produk yang diminati oleh pasar dan juga sekaligus jadi konsumen,” ujar Victoria saat dihubungi, Selasa (23/6/2020).

Dikatakan, sebelum memainkan peran di pasar international atau global, pesantren harus menjadi pasar untuk meningkatkan ekonomi skala ekonomi nasional. Hal ini perlu dibimbing agar tetap bisa bertahan di tengah pandemi.

“Kalau dikolaborasi akan menjadi kekuatan ekonomi yang luar biasa. Pesantren kita dorong untuk go digital atau online dan masuk marketplace untuk miliki website. Ini secara bertahap tidak bisa langsung loncat,” jelasnya.

Ia juga mengimbau, dalam masa Covid-19 ini, kegiatan ekonomi di pesantren harus tetap  memperhatikan protokol kesehatan yang telah dikeluarkan oleh Kemenkop UKM. Pihaknya juga mendorong para pelaku UKM memiliki sertifikasi dan standarisasi kesehatan.

“Kita dorong untuk bisa masuk pasar e-commerce, makanya standalisasi dan sertifikat ini keharusan dimiliki pelaku UKM agar bisa bertahan dan bersaing di pasar,” pungkasnya.

Lihat juga...