Lestarikan Pangan Lokal, Bengkel Misi Maumere Produksi Sorgum Kemasan

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

MAUMERE — Sorgum, salah satu tanaman pertanian jenis pangan yang telah lama ditanam untuk dikonsumsi masyarakat di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Setiap wilayah hampir semua pernah mengenal, namun perlahan sudah mulai ditinggalkan dan jarang sekali dikonsumsi masyarakatnya.

GM. PT. Langit Laut Biru selaku pengelola Bengkel Karya Misi Keuskupan Maumere, Kabupaten Sikka, NTT, A.Dian Setiati, saat ditemui di kantornya, Selasa (23/6/2020). Foto : Ebed de Rosary

“Kami melihat sorgum memiliki potensi pasar yang bagus sehingga kami menanamnya sendiri,” kata A. Dian Setiati, GM. PT. Langit Laut Biru, pengelola Bengkel Misi, Selasa (23/6/2020).

Dian menyebutkan, setelah menanam di kebun, pihaknya pun mengajak para petani untuk membudidayakannya dan hasil panen dijual ke Bengkel Misi.

Sorgum dari petani, ucapnya, di rontok dan disosoh menggunakan mesin produksi lalu dibuatkan tepung untuk dijual.

“Untuk ukuran 500 gram masing-masing dijual seharga Rp12 ribu,” sebutnya.

Dian mengaku produk sorgum yang dijual disukai masyarakat dan pihaknya pun selain menyuruh menanam sorgum juga mengajak kelompok tani mengemasnya serta mengolahnya menjadi kue.

Dirinya senang karena sudah ada kelompok tani beranggotakan para perempuan di desa Paubekor yang antusias untuk menanam dan mengolah menjadi produk bernilai jual.

“Pasar sorgum terbuka luas karena permintaan pengiriman ke luar daerah juga besar. Kita ingin agar petani bukan hanya menanam saja tetapi mengolahnya menjadi produk yang bernilai jual,” terangnya.

Ketua kelompok tani Rehin Dunan Desa Paubekor Kecamatan Koting, Maria Hetwigis mengatakan, pihaknya ingin mengembangkan produk sorgum dan ingin menjualnya dalam kemasan.

“Kita bersyukur sudah diajarkan menanam sorgum yang dulunya juga nenek moyang kami menanamnya. Kebetulan kami juga dulunya kelompok simpan pinjam,” terangnya.

Lihat juga...