Pedagang di Lamsel tak Terpengaruh Munculnya Telur Infertil

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

LAMPUNG – Harga telur ayam yang murah hingga mencapai Rp18.000 per kilogram diduga imbas munculnya telur infertil di pasaran tidak menganggu pedagang di Lampung Selatan (Lamsel).

Citradewi, salah satu pedagang keliling menyebut menyediakan satu peti telur ayam untuk dijual ke konsumen. Ia menjual telur ayam seharga Rp22.000 per kilogram sesuai harga umum di pasaran.

Ia menyebut saat ini di pasaran marak terjadi penjualan telur dengan harga lebih murah. Harga yang ditawarkan menurutnya rata-rata di bawah Rp20.000 per kilogram.

Namun sejumlah konsumen yang membeli telur dengan harga lebih murah kerap tidak bisa menyimpannya lebih lama. Selain cepat membusuk, warna telur yang dijual berbeda dengan telur pada umumnya.

Ia menyebut dugaan telur yang dijual dengan harga murah merupakan jenis telur infertil. Sering dikenal dengan telur hatched egg atau telur HE memiliki ciri lebih pucat pada bagian cangkang bahkan cenderung memiliki warna keputihan.

Kepada konsumen ia kerap mengedukasi agar tidak tergiur harga yang murah karena telur infertil merupakan produk buangan.

“Banyak penjual yang menawarkan telur lebih murah melalui media sosial namun sebagian konsumen kecewa karena ada yang cepat busuk bahkan tidak bisa dikonsumsi, meski harganya murah namun tidak bisa diolah,” terang Citradewi saat ditemui Cendana News, Senin (15/6/2020).

Citradewi, salah satu pedagang sayuran dan kebutuhan memasak salah satunya telur ayam memilih menjual telur yang berasal dari perusahaan ayam petelur, Senin (15/6/2020) – Foto: Henk Widi

Solusi untuk mendapatkan telur berkualitas diakui Citradewi dengan mengambil stok dari distributor terpercaya. Sebab jenis telur yang normal memiliki tanggal masa peneluran yang tertulis pada bagian cangkang.

Melalui tanggal tersebut bisa diprediksi kapan telur akan kedaluwarsa dan layak untuk dikonsumsi. Rata-rata telur yang sudah dibuahi atau infertil mudah membusuk sebelum diolah.

Penjualan telur infertil menurut Lukman, salah satu pedagang di pasar Pematang Pasir sangat merugikan. Namun ia menyebut bagi pedagang yang rutin memasok ke sejumlah pelanggan tetap akan memberikan jaminan. Jaminan penggantian akan dilakukan pada telur dalam kondisi busuk atau pecah.

“Kami memiliki pelanggan tetap dan akan selalu diberikan pengganti jika ada yang busuk untuk menjaga kualitas,” terang Lukman.

Harga telur menurutnya saat ini dominan dijual oleh sejumlah pedagang pada kisaran Rp21.000 hingga Rp22.000 per kilogram.

Namun bagi konsumen yang mendapatkan harga telur lebih murah dari pedagang bisa dilakukan pengecekan kondisi fisik telur yang dijual. Meski layak konsumsi namun daya simpan telur infertil tidak bisa lebih dari dua pekan.

Lukman menyediakan telur ayam untuk sejumlah pelaku usaha kuliner. Pelanggan tetapnya merupakan pedagang kue, pedagang martabak, terang bulan dan nasi goreng. Sebagian merupakan pemilik usaha warung makan dan masyarakat umum. Pemilihan telur yang baik akan menghasilkan kue dan produk kuliner berkualitas.

Abidin, salah satu peternak ayam petelur (layer) menyebut munculnya telur infertil di pasaran membuat konsumen cerdas. Sebagian konsumen yang paham akan kualitas telur bagus akan membeli pada pembudidaya.

Abidin, salah satu peternak ayam petelur memberi pakan untuk meningkatkan produktivitas telur di Desa Kelaten, Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan, Senin (15/6/2020) – Foto: Henk Widi

Sebab hasil panen telur yang dilakukan pada pagi hari bisa dijual siang hari. Pemesan dominan merupakan masyarakat umum dan pedagang kue.

“Telur yang baru dari ayam petelur memiliki aroma dan warna yang lebih baik daripada telur infertil,” terangnya.

Pilihan akan telur saat ini juga cukup beragam. Sebab sebagian peternak mulai melakukan inovasi menciptakan telur herbal atau organik. Telur organik merupakan hasil dari ayam yang diberi pakan tanpa bahan kimia.

Selain bebas zat kimia telur organik atau herbal memiliki harga jual lebih murah. Harga telur herbal dijual Rp19.000 per kilogram sementara telur biasa Rp22.000 per kilogram.

Lihat juga...