Musim Durian Pesawaran Datang Lebih Awal, Berkah Pedagang Musiman

Editor: Koko Triarko

LAMPUNG, Cendana News – Durian dari Kabupaten Pesawaran, Lampung, mulai membanjiri Bandar Lampung.

Bahtiar, pedagang durian musiman asal Pahoman, Bandar Lampung, memesan buah itu dari kebun milik petani di Kecamatan Way Ratai.

Dia mengaku membeli durian Pesawaran dengan sistem tebas pohon. Pemilik kebun durian menjual dengan sistem borongan.

Dia mengatakan, musim panen durian biasanya terjadi pada bulan Desember hingga Januari. Namun, pada tahun ini musim durian datang lebih cepat.

“Peluang bagi saya dan anak untuk mencoba peruntungan menjual durian,” kata Bahtiar, Rabu (7/9/2022).

Dia mengaku biasanya memakai mobil untuk jasa angkutan, namun sejak dua pekan ini untuk berdagang musiman.

Bahtiar membawa buah durian rata-rata 500 butir per hari. Ia berjualan di Jalan Gatot Subroto sejak pagi hingga siang, dan Jalan Yos Sudarso saat sore hingga malam.

Memanfaatkan modal Rp10 juta, ia mengaku  bisa mendapat keuntungan hingga belasan juta rupiah.

“Buah saya jual berdasarkan grade ukuran kecil, sedang hingga besar dan terjamin rasa manis, legit,” ungkapnya.

Dia mengatakan, buah durian asal Pesawaran memiliki ciri khas daging tebal dan berwarna kuning.

Dia menjual durian ukuran kecil seharga Rp30.000 per buah. Ukuran sedang Rp40.000 dan ukuran besar Rp75.000 hingga Rp100.000.

Bahtiar memilih berjualan di tepi jalan dengan mobil bak terbuka. Cara tersebut untuk mendapatkan banyak pelanggan yang selesai pulang kerja.

“Jelang malam lokasi berjualan pindah ke Panjang di dekat Pelabuhan Peti Kemas,” ungkapnya.

Pedagang durian lainnya, Hendra, asal Teluk Betung memilih berjualan di Jalan Dokter Susilo.

Lokasi berjualan dekat kantor Gubernur Lampung itu menjadi tempat pedagang musiman mencari berkah.

“Setiap musim durian, kami memanfaatkan trotoar, sebagian memakai kendaraan,” ungkapnya.

Hendra bilang, peluang berjualan durian dimanfaatkan sebagai lapangan pekerjaan.

Ia sendiri memanfaatkan modal usaha  untuk menjual durian bersama rekannya dari Bandar Lampung.

Ia bisa mendapatkan keuntungan jutaan rupiah dari peluang usaha buah musiman tersebut.

Yuni, salah satu penyuka buah durian membeli durian untuk pembuatan tempoyak dan ketan durian.

“Suami menyukai durian sambal tempoyak untuk pepes ikan, ketan durian,” ulasnya.

Buah durian, sebut Yuni yang merupakan warga Pahoman itu bisa disimpan dalam kondisi beku.

Buah durian yang telah dikupas akan dimasukkan dalam lemari pendingin sebagai bahan pembuatan kuliner saat diperlukan.

Lihat juga...