Kepri Ekspor Hasil Perikanan ke Cina

Editor: Koko Triarko

BINTAN – Untuk memenuhi kebutuhan protein masyarakat dunia, ekspor hasil laut RI masih bisa diandalkan dan menjadi peluang bisnis di tengah perlambatan ekonomi dunia akibat pandemi Covid-19 saat ini. Komitmen Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk memberikan kemudahan logistik yang diperlukan, guna memenuhi kebutuhan bahan baku Unit Pengolahan Ikan (UPI) dengan tujuan ekspor. 

Hal tersebut seperti yang dilakukan oleh KKP melalui Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (Balai KIPM) Tanjungpinang yang memberikan pelayanan Sertifikasi Ekspor Produk Perikanan untuk PT. Bintan Intan Gemilang (BIG), guna diekspor ke Cina langsung dari Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Jenis komoditas yang diekspor terdiri dari Frozen Grouper Whole Round, Frozen Sea Bream Whole Round, Frozen Red Snapper Whole, Frozen Leather Jacket HG dengan total volume komoditas sebesar 9.421,86 Kg senilai Rp750.270.504,60.

“Hal ini tentu sangat menggembirakan, di tengah pandemi Covid-19, usaha perikanan, khususnya di Kabupaten Bintan masih berjalan baik, dan mutu hasil perikanan yang telah kita jamin mutunya,” jelas Kepala Balai KIPM Tanjungpinang, Felix Lumban Tobing, dalam rilis diterima Cendana News, Kamis (11/6/2020).

Keberhasilan perikanan Kepulauan Riau menembus pasar Cina yang dikirim langsung dari Kabupaten Bintan dengan KM Meratus Lembata, merupakan hal yang patut diapresiasi, karena sebelumnya pasar ekspor di Bintan baru mengisi pasar Singapura dan Malaysia.

“Beberapa keuntungan yang kita dapat adalah harga jual bisa lebih tinggi dan dapat menyerap lebih banyak tenaga kerja melalui proses ekspor yang dilakukan, terkait pemenuhan ketentuan sistem jaminan mutu ,” lanjut Felix.

Pada kesempatan tersebut, Direktur PT BIG, Dinaria menyampaikan terima kasih kepada Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo, melalui Kepala Balai KIPM Tanjungpinang yang telah memberikan jaminan mutu berupa sertifikasi, sehingga dapat ekspor langsung ke Cina.

“Bukan hanya ekspor ke Cina, kami juga sedang negosiasi ke Australia dan Amerika,” ucap Dinaria, menambahkan.

Komitmen dari UPI dan dukungan dari Balai KIPM Tanjungpinang dalam penerapan Program Manajemen Mutu Terpadu/PMMT, merupakan kunci dari akselerasi percepatan peningkatan grade Hazard Analysis and Critical Control Points (HACCP), dalam rangka pemenuhan persyaratan Negara Mitra.

Hal ini selaras dengan komitmen Kementerian Kelautan dan Perikanan, dalam peningkatan produksi perikanan nasional, melalui sertifikasi produk perikanan dari hulu ke hilir untuk memperluas keberterimaan produk perikanan Indonesia di market internasional.

“Kami berharap, semoga ekspor dapat terus berjalan dan makin meningkat, dengan makin banyaknya UPI di wilayah Kepulauan Riau untuk dapat mengekspor produknya ke negara mitra,“ tutup Felix.

Lihat juga...