Jambu Jamaika Beri Keuntungan Bagi Petani di Lamsel
Redaktur: Muhsin Efri Yanto
LAMPUNG — Sahirul Hadi, petani di Desa Legundi, Kecamatan Ketapang, Lampung Selatan (Lamsel) menyebutkan, menanam jambu Jamaika sangat menguntungkan, apalagi cukup banyak peminatnya. Usia dua tahun buah jambu tersebut mulai berbuah dengan produksi buah bervariasi.

Permintaan buah jambu air bol Jamaika menurutnya mencapai puluhan kilogram. Masa pembungaan dengan curah hujan terbatas membuatnya bisa memanen ratusan kilogram dengan pembeli dominan pedagang buah segar dan pembuat petis.
Jambu air bol Jamaika menurutnya berbuah setiap enam bulan. Ia memilih menjual buah jambu tersebut dengan sistem borongan. Satu pohon jambu Jamaika dibeli pemborong seharga Rp3 juta dengan rata rata perkilogram dijual Rp10.000. Menjual dua pohon saja ia bisa mendapat Rp6 juta.
Memasuki bulan Juni sebagian buah memasuki proses pematangan dengan dibrongsong atau dikemas plastik.
“Proses brongsong dengan plastik bertujuan untuk menghindari buah dari kelelawar dan tupai yang kerap menjadi hama tanaman tersebut,” terang Sahirul Hadi saat ditemui Cendana News, Sabtu (27/6/2020)
Harga buah jambu Jamaika yang cukup menjanjikan membuat ia melakukan proses perbanyakan secara vegetatif. Perbanyakan vegetatif dengan cangkok dan okulasi membuat ia bisa mendapatkan indukan baru.
“Saat pohon telah berbuah sebagian harus dipasang waring atau jaring agar kelelawar tidak memangsa buah,” terang Sahirul Hadi.
Buah jambu air Jamaika menurutnya memiliki warna hijau saat kondisi mentah. Saat matang buah akan berwarna merah tua dengan rasa manis sepat.
Joko, pedagang petis buah di Jalan Ikan Hiu, Teluk Betung, Bandar Lampung menyebutkan, ia banyak memakai buah jambu jamaika karena bisa dicampur dengan berbagai jenis buah lain. Jenis buah yang dibuat menjadi petis menurutnya meliputi mangga, nangka, kedondong, pepaya, jambu air, jambu jamaika.
“Saat musim buah jambu Jamaika pemesan petis minta lebih diperbanyak untuk sensasi rasa sepat dan asamnya,” terangnya.
Sehari ia menyebut bisa menjual petis sebanyak tiga puluh kilogram. Harga yang ditawarkan menurutnya seharga Rp15.000 per porsi. Pelanggan kuliner dari buah tersebut dominan kaum wanita terutama yang sedang hamil. Stok buah jambu jamaika menurutnya diperoleh dari petani di wilayah Lamsel. Ia menyiapakan buah jambu Jamaika untuk pelengkap bersama jenis buah lain yang sebagian masih mentah.