Penghuni Karantina GOR Satria Cek Suhu Tubuh Setiap Hari
Redaktur: Satmoko Budi Santoso
PURWOKERTO – Untuk menjaga kesehatan dan stamina tubuh, seluruh penghuni karantina di GOR Satria Purwokerto setiap hari diwajibkan mengikuti senam. Selain itu, pemeriksaan suhu tubuh juga rutin dilakukan, untuk memastikan para penghuni tidak ada yang bersuhu tubuh tinggi.
“Meskipun dikarantina, mereka juga harus tetap ada aktivitas untuk menjaga kesehatan, sehingga wajib ikut senam sambil berjemur di halaman GOR Satria. Setelah itu, juga dilakukan cek suhu tubuh setiap hari,” kata Wakil Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, Jumat (8/5/2020).
Usai senam, sambil berjemur para penguhuni karantina GOR Satria ini juga mendapatkan sedikit arahan dan motivasi. Sadewo yang rutin melakukan pemantauan di GOR, juga kerap mengajak dialog para penghuni.
“Supaya mereka tidak bosan, ya kita ajak mengobrol sambil guyonan sesekali,” tuturnya.
Wabup mengakui, menjalani karantina selama 14 hari dengan segala keterbatasan fasilitas, seperti tidak ada televisi, tanpa AC dan lainnya tentu sangat membosankan. Terlebih ruang gerak mereka juga dibatasi. Sehingga minimal dalam satu hari ada kegiatan di luar ruangan yang bisa membuang kejenuhan mereka.
Lebih lanjut Sadewo mengatakan, saat ini jumlah penghuni karantina di GOR Satria sebanyak 293 orang, terdiri dari 252 orang laki-laki dan 41 orang perempuan. Mereka menempati tiga ruangan, yaitu di Gedung Futsal Indoor sebanyak 141 orang, di Gedung Sasana Krida ada 111 orang dan di Gedung Serbaguna ada 41 orang.
Sementara itu, Bupati Banyumas, Achmad Husein, mengatakan, semalam ada yang masuk rombongan dari Surabaya sebanyak 7 orang. Mereka menggunakan travel dan bisa lolos sampai ke Banyumas.
“Menurut mereka, sepanjang jalan tidak ada razia petugas, sehingga perjalanan dari Surabaya hingga ke Banyumas, mereka baru terjaring di pintu masuk perbatasan Banyumas, yaitu di pintu masuk Sokaraja. Selanjutnya oleh petugas langsung diarahkan untuk karantina di GOR Satria Purwokerto,” jelasnya,
Beberapa pemudik dari Surabaya tersebut mengaku ingin menjalani karantina di desa mereka masing-masing, namun pihak desa belum siap, sehingga mereka tetap harus karantina di GOR Satria.