Warung Desa Upaya Ketahanan Pangan Selama Pandemi Covid-19
Redaktur: Satmoko Budi Santoso
LAMPUNG – Masa pandemi Coronavirus Disease (Covid-19) berimbas kebutuhan sejumlah keluarga meningkat. Salah satu cara memenuhi kebutuhan dilakukan dengan berkebun.
Esi Awariah Madroi, Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) menyebut selama ini sebagian besar rumah tangga memenuhi kebutuhan dengan cara membeli.
Pandemi Covid-19 menurut Esi Awariah menyadarkan orang untuk melakukan ketahanan pangan dengan berkebun. Sebab sebagian masyarakat tidak bekerja sementara kebutuhan harian meningkat.
Kegiatan berkebun secara mandiri bisa dilakukan pada pekarangan serta warung hidup yang dikelola secara komunal. Program pemanfaatan warung hidup oleh PKK telah dilakukan sejak lama dan kembali digencarkan.
Pemanfaatan ruang terbatas menurut Esi Awariah Madroi dengan menanam sayuran. Peranan kaum wanita dalam menanam sayuran bisa didorong oleh PKK desa dengan tanaman yang mudah tumbuh dan cepat dipanen. Sayuran yang ditanam meliputi kangkung, bayam, pepaya, cabai, tomat, daun bawang, kemangi.
“Berbagai jenis tanaman sayuran bisa memenuhi kebutuhan dapur kelebihan hasil sayuran dari panen di warung hidup bisa dijual ke tetangga sekitar, dijual ke warung desa bahkan bisa dibagikan kepada warga lain yang kesulitan selama pandemi Coid-19,” terang Esi Awariah Madroi, saat ditemui Cendana News di Desa Legundi, Jumat (8/5/2020).
Teknis berkebun memanfaatkan lahan pekarangan menurut Esi Awariah Madroi bisa menggunakan media tanah dan hidroponik.
Sistem hidroponik dan sistem tetes masih tetap bisa menghasilkan sayuran yang menyehatkan. Tanpa membutuhkan lahan luas kegiatan berkebun bisa dijalankan oleh anggota PKK selama pandemi Covid-19 mengisi work from home (WFH).
Kegiatan menanam sayuran untuk ketahanan pangan bisa memanfaatkan pupuk kandang, kompos. Produktivitas kaum wanita selama berada di rumah menurut istri camat Ketapang tersebut sekaligus menjadi sarana berbagi. Sebab pada masa ekonomi yang sulit sebagian warga kesulitan memenuhi kebutuhan dasar. Selain berhemat kaum wanita bisa peduli kepada sesama yang membutuhkan.
“Banyak hal positif dan produktif bisa dilakukan oleh kaum wanita selama pandemi Covid-19 sekaligus untuk peduli kepada sesama di sekitar kita,” cetusnya.
Sebagai ketua tim PKK kecamatan, Esi Awariah Madroi ikut menggencarkan program saatnya bergerak untuk rakyat (Siger).
Program inovatif yang digaungkan oleh tim penggerak PKK provinnsi tersebut menjadi bentuk keprihatinan terhadap lingkungan sekitar. Program Siger menurutnya dikombinasikan dengan program jimpitan beras dan hasil sayur dari warung hidup oleh PKK desa.
Di Desa Legundi, Kecamatan Ketapang hasil tanaman warung hidup dikumpulkan ke paket sayuran siap masak. Jenis sayuran yang disiapkan dalam paket sekali masak tersebut meliputi terong, labu, daun bawang, tomat dan sayuran lain. Hasil panen anggota PKK Legundi tersebut ditambah dengan minyak goreng, beras, tempe dan berbagai lauk lain.
“Memanfaatkan hasil panen dari warung hidup selanjutnya dikumpulkan pada warung desa yang akan dibagikan secara gratis bagi warga yang membutuhkan,” cetusnya.
Esi Awarsih mengaku, membeli hasil kebun warga yang sudah dijual pada warung desa. Sebanyak 80 paket sayuran dan sebanyak 50 paket beras, minyak goreng akan diletakkan pada gardu dan warung desa.
Setiap warga yang membutuhkan bisa mengambil paket sayuran dan beras secukupnya. Syarat warga yang mengambil merupakan masyarakat yang tidak memiliki penghasilan.
Melalui program Siger bersama anggota PKK bisa memaksimalkan manfaat warung hidup. Warga yang tidak memiliki penghasilan selama masa pandemi Covid-19 bisa memenuhi kebutuhan dari hasil kebun PKK.
Sejumlah sayuran yang diberikan kepada warga sekaligus menjadi sarana sosialisasi agar rutin memakai masker. Sebab protokol kesehatan harus tetap dijalankan selama masa pandemi Covid-19.
“Selama melakukan kegiatan produktif anggota PKK bisa menjalankan kolaborasi sosial berskala besar memanfaatkan kebun untuk ketahanan pangan,” cetusnya.
Siti Maimunah, Ketua Tim Penggerak PKK Desa Legundi menyebut, kebun dimanfaatkan untuk menanam sayuran. Hasilnya sejumlah tanaman sayuran bisa dibagikan kepada warga yang membutuhkan. Selain hasil kebun sebagian warga yang berkecukupan bahan makanan, rezeki lebih bisa ikut membantu warga lain.

“Menanam sayuran selama pandemi Covid-19 akan menjadi cara penghematan terutama jika anggota keluarga tidak memiliki penghasilan,” cetusnya.
Didukung Mulkan sang suami sebagai kepala Desa Legundi, menyiapkan sejumlah paket sayuran. Melalui kegiatan Siger kebutuhan sayuran warga bisa dipenuhi. Melalui program menyiapkan paket sayuran hasil tanaman warung hidup dan sedikit bantuan sembako bisa membantu warga selama pandemi Covid-19.
Lina Maryati dan Fatida, warga yang memanfaatkan sayuran hasil tanaman warung desa oleh PKK Desa Legundi. Paket sayuran yang diberikan oleh PKK Desa Legundi dan PKK Kecamatan Ketapang sekaligus meringankan beban warga. Selain itu hasil sayuran dari warung desa menjadi contoh pentingnya memanfaatkan pekarangan untuk ketahanan pangan.
“Saya bisa terbantu karena sayuran hasil panen dari warung PKK bisa membantu berhemat tidak harus membeli sayuran,” bebernya.
Lina Maryati menyebut mendapat imbauan agar bisa memanfaatkan pekarangan untuk berkebun. Sebagian kebun miliknya bisa digunakan untuk menanam cabai, kangkung, sayuran dan juga tanaman obat.
Kegiatan inovatif Siger oleh tim PKK desa Legundi dan Kecamatan Ketapang sekaligus menjadi edukasi bagi kaum wanita memaksimalkan lahan untuk berkebun. Hasil kebun bisa digunakan untuk kebutuhan selama pandemi Covid-19.