Sepi Pembeli, Pedagang Pasar Tradisional Belajar Penjualan Daring
Redaktur: Satmoko Budi Santoso
PURWOKERTO – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Dinperindag) Kabupaten Banyumas menerapkan uji coba belanja darling pada lima pasar tradisional di Kabupaten Banyumas. Hal ini untuk mengatasi sepinya pembeli sebagai dampak dari pandemi Covid-19.
Kepala Dinperindag Kabupaten Banyumas, Yunianto, mengatakan, sebagai uji coba awal diterapkan pada lima pasar, yaitu Pasar Manis, Pasar Ajibarang, Pasar Wangon, Pasar Sumpiuh dan Pasar Jatilawang.

“Untuk tahap pertama baru lima pasar terlebih dahulu, pasar tersebut menyebar, misalnya Pasar Manis di pusat Kota Purwokerto, Pasar Ajibarang di Banyumas bagian barat, Pasar Sumpiuh di Banyumas bagian timur dan seterusnya, sehingga seluruh masyarakat bisa mengakses belanja online ke pasar terdekat,” jelasnya, Senin (27/4/2020).
Aplikasi belanja online di Pasar Manis sebenarnya sudah ada dan dikelola pihak swasta. Namun, pemanfaatannya kurang maksimal. Sehingga di tengah pandemi ini, Dinperindag menginisiasi untuk menghidupkan kembali belanja online di pasar tradisional.
Kabid Pasar Dinperindag Kabupaten Banyumas, Sarikin menjelaskan, untuk teknisnya akan digunakan grup Whatshap per zonasi pedagang. Misalnya zona pedagang daging sendiri, zona bumbu dapur, ikan, ayam dan lainnya. Zonasi ini dimaksudkan untuk mempermudah pembeli dalam memesan barang belanjaan.
“Kita juga akan memanfaatkan media sosial untuk mempromosikan belanja daring ini,” katanya.
Menurutnya, animo pedagang terhadap rencana belanja daring sangat bagus. Sebab, mereka sangat terdampak pandemi Covid-19, dimana memasuki bulan puasa, penjualan tetap sepi.
Salah satu pedagang di Pasar Manis, Eni Maryanti mengatakan, sangat mendukung program belanja daring untuk mendongkrak penjualan. Menurutnya, bulan puasa hingga lebaran biasanya menjadi momentum panen bagi para pedagang, tetapi puasa kali ini justru sangat sepi.
“Yang belanja tetap ada, tetapi sedikit, bahkan dibanding hari biasa juga jauh menurun, padahal ini sudah masuk bulan puasa,” keluhnya.
Penurunan penjualan di pasar tradisional, menurut Eni, lebih dari 50 persen. Dan merata terhadap semua pedagang, baik pedagang sayuran, kelontong, buah, ayam, ikan dan lainnya. Sehingga diterapkannya aplikasi belanja daring ini, memberikan harapan baru bagi para pedagang.