Khilafah di Sana, Khilafah di Sini

Catatan Ringan Akhir Pekan T. Taufiqulhadi

T. Taufiqulhadi (CDN/Istimewa)

Khilafah itu bentuk kata sumber (masdar) dari kata kerja masa lalu ‘Khalafa’, dan kata kerja masa kini dan mendatang ‘Yakhlufu’, yang berarti ‘menggantikan’.  Khalifah adalah orang yang melakukannya dari kata kerja ‘Khalafa’. Allah menyebut “khalifah” dua kali, di tempat yang populer disebut surat Adam dan surat Daud. Dalam bentuk jamak, Khala-if, disebutnya tujuh kali. Di tiga tempat lain, Allah menyebut “khulafa”. Kemudian ada istilah lain yang berdekatan dengan itu seperti Istakhlafu/yastakhlafu, ukhluf, dan yakhlufun. Tapi aneh bin ajaib, Allah  sama sekali  tidak menyebut langsung istilah “Khilafah” dalam al-Quran. Juga, dari banyak istilah yang berdekatan dengan arti khalifah,  tak sepotong ayat pun menerangkan, kata khalifah tersebut bisa dijadikan sumber legitimasi sebuah kekuasaan politik.

Maka jika ada sanak saudara saya bisa menjawab dengan tegas bahwa khilafah itu wajib ditegakkan walau bagaimana pun keadaan cuaca dan musim, pasti kehebatan sanak saya tersebut melampaui intelektualitas para pemikir Islam terkenal di atas. Patut diduga sumber ilmu mereka di atas tidak berasal dari khasanah intelektual Islam. Tapi sumbernya pasti dari dunia alam gaib. ***

Pejaten Barat, 5 April 2020

Lihat juga...