Kepala Desa Diminta Perketat Pengendalian Keluar Masuk Orang
Redaktur: Muhsin E Bijo Dir
JAKARTA — Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Suharso Monoarfa menilai Penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di sejumlah daerah telah cukup signifikan menurunkan tingkat pergerakan orang, dalam rangka memutus penularan Covid-19.
“Sejauh ini sudah ada 10 provinsi yang terdiri dari 24 wilayah yang melaksanakan PSBB, dengan jangka waktu penyelesaian yang berbeda-beda. Khusus untuk di wilayah DKI Jakarta, sebagai provinsi pertama yang menerapkan PSBB, kami melihat terjadi penurunan pergerakan orang secara signifikan pada angkutan umum, namun belum optimal pada lalu lintas kendaraan,” terang Suharso, Selasa (28/4/2020) di Jakarta.
Agar lebih efektif, Suharoso meminta seluruh Kepala Desa di Indonesia mendukung upaya pemutusan rantai penyebaran wabah Covid-19 ini dengan mengendalikan migrasi keluar masuk orang di wilayahnya.
“Aparatur Desa harus lebih aktif lagi mengendalikan migrasi masuk dan keluar warga desanya. Terlebih menjelang lebaran, biasanya mobilitas jauh lebih tinggi. Langkah ini harus diperketat agar kita bisa segera melewati situasi sulit ini,” tandas Suharso.
Selain itu, Suharso turut mendesak seluruh Aparatur Desa agar mengarahkan penggunaan dana desa untuk program padat karya tunai desa, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, dan penyediaan alat pemeriksaan, APD, serta berbagai program yang mendukung percepatan penanganan Covid-19 di tingkat desa.
“Jadi semua tingkatan harus betul-betul memiliki fokus yang sama. Refocusing anggaran kegiatan dari pusat dan daerah pun sudah diarahkan untuk penanganan Covid. Kita berharap secepatnya ini berakhir dan kita bisa kembali pulihkan ekonomi kita,” pungkas Suharso.
Perkiraan dampak pelaksanaan PSBB untuk saat ini secara langsung mengakibatkan penurunan aktivitas produksi, penurunan aktivitas perdagangan, dan peningkatan jumlah pengangguran. Sedangkan secara tidak langsung berpengaruh pada produksi, transportasi, dan kesulitan pembayaran pinjaman kredit.
Untuk sektor dan industri yang mengalami dampak PSBB secara langsung dan tidak langsung, maka diperlukan redesain program dan kegiatan pemulihan industri kecil dan menengah.