Godok Pisang Sajian Kuliner yang Cocok di Momen Covid-19
Redaktur: Satmoko Budi Santoso
PADANG – Godok pisang manis bukanlah makanan yang asing bagi masyarakat di perkampungan Minangkabau, Sumatera Barat. Sajian cemilan untuk keluarga ini, menjadi sajian yang cocok saat berkumpul bersama keluarga.
Kuliner tradisional di Sumatera Barat memang tidak pernah habis untuk diulas, termasuk godok pisang manis khas rasa Minang ini. Keberadaannya yang masih eksis hingga saat ini, bukanlah tanpa alasan.
Nah, untuk membuat kuliner yang satu ini, tidaklah terlalu sulit, karena bahan dan bumbunya sangat mudah, dan bahkan belajar sehari pun, siapa pun bisa membuat godok pisang manis ini.
Meski terbilang cukup mudah untuk membuatnya, soal rasa jangan disepelekan, bisa ketagihan bagi yang mencicipinya.
Bicara soal cara membuatnya, dari pengalaman ibu rumah tangga di Padang, Silvi, mengatakan, godok pisang manis memang tidak diragukan soal rasanya. Anak-anak atau keluarganya, sangat menyukai kuliner tersebut.
Apalagi makanan itu cocok untuk jadi cemilan untuk anak-anak di rumah, sehingga dirinya tidak membatasi kapan saja waktu yang diinginkan untuk membuat godok pisang manis ini. Namun biasanya, sajian makanan itu dibuatnya di momen hari libur yakni di penghujung pekan, karena seluruh keluarga berkumpul di rumah.
“Sekarang kan memang keluarga di rumah saja, jadi saya pun ada beberapa kali membuatnya. Kan bahan-bahannya mudah disediakan, jadi tidak repot juga untuk membuat godok pisang manis ini,” katanya, Sabtu (11/4/2020).
Ia menjelaskan untuk membuat godok pisang itu bahan-bahan yang bisa dibutuhkan ialah pisang yang sudah masak beberapa biji, gula pasir, dan tepung beras. Ya cuma tiga jenis bahan itu yang perlu disediakan untuk membuat godok pisang, tanpa harus ribet.
Terkait cara membuatnya, hal yang perlu dilakukan pertama ialah mengelupas pisang dari kulitnya lalu dipotong-potong dan dimasukkan ke dalam wadah seperti cembung.
Nah kalau sudah ada wadahnya dan pisang telah dipotong-potong, selanjutnya dilakukan penghalusan terhadap pisang dengan cara ditekan-tekan menggunakan gelas atau sendok nasi.
Apabila pisang sudah benar-benar halus, selanjutnya masukkan tepung beras dan gula pasir sesuai selera manisnya. Langkah di sini, kembali dilakukan pengadukan dari adonan yang ada di dalam wadah tersebut.
“Saya rasa cuma itu langkah-langkahnya, selanjutnya digoreng dengan suhu api yang tidak terlalu besar. Silakan berkreasi untuk membuat ukuran godok yang hendak dibuat. Tapi, jangan buat ukuran terlalu besar, karena berisiko bagian dalam bisa terjadi kurang matang,” ujarnya.
Menurutnya, untuk menggoreng godok pisang ini tidaklah memakan waktu yang terlalu lama. Hal pertama yang membuat godok pisang itu telah matang, bagian luarnya menunjukkan warna agak kecoklatan. Hati-hati selama menggoreng godok, karena bagi yang baru membuat godok pisang ini, bisa saja hasilnya malah gosong.
“Sebenarnya jika malas untuk berhadapan ke dapur, masih ada dijual kok di warung-warung kopi. Harganya murah, mulai dari Rp500 hingga Rp1.000 per biji tergantung ukuran. Ada yang jual Rp2.000 juga berarti ukurannya agak lebih besar,” ucapnya.
Silvi menyebutkan meski sekarang banyak bermunculan makanan yang modern dan inovasi-inovasi kuliner lainnya, soal godok pisang yang merupakan jajanan tradisional ini, masih banyak diminati oleh masyarakat.

Bahkan dalam suatu keluarga, dalam momen di rumah saja dalam situasi Covid-19 ini, dapat dipastikan sajian godok pisang akan ada di atas meja.
Sementara itu, seorang penjual godok pisang, Marina, mengatakan, dirinya bisa dikatakan tiap hari membuat godok pisang tersebut. Karena warga yang duduk ngopi di warung, banyak yang suka memakan godok pisang sembari minum kopi.
“Saya hampir tiap hari menggoreng godok pisang ini, tapi selama adanya Covid-19 ini, tidak lagi menggoreng godok pisang, karena lagi sepi yang datang ke warung,” ungkapnya.
Marina menyebutkan, kuliner godok pisang bukanlah makanan yang asing bagi warga di Padang atau Sumatera Barat pada umumnya, karena kuliner yang satu ini, bisa dibuat di rumah, dengan rasa sesuai selera. Sebab, ada banyak orang yang tidak suka rasa manis karena diabetes, maka solusinya bisa untuk membuat di rumah.
“Kita yang jual di warung, tentu tidak begitu mempedulikan cocok apa tidak untuk orang diabetes. Karena rasa yang unggul dari godok ini ialah rasa manis pisang dan manisnya gula pasir,” tegasnya.
Untuk itu, ia mengatakan, persoalan kuliner di Minangkabau ini, memang sangatlah banyak, bahkan di masing-masing daerah di Sumatera Barat ini memiliki kuliner yang khas pula. Sementara godok pisang ini, bisa dikatakan semua daerah memiliki bahan dan cara membuat yang sama.