46.000 Perantau Asal Banyumas, Setengahnya Sudah Mudik
Editor: Makmun Hidayat
PURWOKERTO — Bupati Banyumas, Achmad Husein mengatakan, diperkirakan masih ada 23.000 lebih perantau asal Banyumas yang masih berada di berbagai kota. Saat ini tercatat sudah ada 23.000 lebih juga, perantau yang sudah mudik.
“Jumlah perantau Banyumas sekitar 46.000 dan sebanyak 23.000 sudah pulang kampung, sisanya masih merantau di berbagai kota,” kata Bupati, Selasa (21/4/2020).
Menyikapi 23.000 perantau Banyumas yang ada kemungkinan mudik, Bupati mengatakan, pihaknya sedang menyiapkan skenario untuk larangan pemudik masuk Banyumas. Hal tersebut, terkait dengan peraturan yang baru saja ditetapkan oleh pemerintah pusat tentang larangan mudik.
Sebelumnya, pemerintah pusat sudah mengeluarkan larangan mudik bagi Aparatur Sipil Negera (ASN), TNI, Polri dan pegawai BUMN pada tanggal 9 April lalu. Dan hari ini, aturan tersebut juga diberlakukan bagi seluruh masyarakat.
“Kita sudah melakukan rapat koordinasi dengan berbagai dinas terkait, kemungkinan posko di perbatasan akan diaktifkan lagi untuk memantau kedatangan pemudik,” terangnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dinhub) Kabupaten Banyumas, Agus Nur Hadie mengatakan, empat posko di perbatasan Banyumas sudah ditutup sejak memasuki minggu kedua bulan April ini, karena volume kendaraan sudah menurun drastis. Namun, rencananya sebelum lebaran, posko tersebut akan diaktifkan kembali.
“Kalau melihat aturan dari pusat yang melarang mudik, kemungkinan pengaktifan posko di perbatasan akan lebih awal lagi,” jelasnya.
Sementara itu dari data kedatangan penumpang di Terminal Bulupitu Purwokerto, jumlahnya terus mengalami penurunan. Pada hari Senin (20/4/2020), untuk bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) yang masuk terminal hanya 72 bus, dengan total jumlah penumpang 368 orang. Dan untuk keberangkatan bus AKAP ada 62 bus, dengan jumlah penumpang 410 orang.
Untuk bus Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) yang datang 120 bus, dengan jumlah penumpang 210 orang dan yang berangkat ada 118 bus, dengan jumlah penumpang 272 orang.
“Jumlah kedatangan maupun keberangkatan bus sudah menurun sangat dratis, bisanya dalam satu hari bus AKAP yang masuk Terminal Bulupitu minimal 300 bus, sekarang hanya 72 bus. Begitu pula dengan jumlah penumpang, sangat turun,” terang Agus.