Putin Diminta Menyingkir dari Suriah
ISTANBUL – Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, meminta Presiden Rusia, Vladimir Putin, untuk menyingkir dari Suriah, pada Sabtu (29/2/2020). Putin juga diminta tidak ikut campur dalam upaya memperoleh kesepakatan antara Turki dan Suriah.
Hal itu disampaikan, setelah 33 anggota pasukan militer Turki terbunuh, dalam sebuah aksi serangan udara yang dilakukan oleh pasukan pemerintah Suriah pada Kamis (27/2/2020). Turki menyebut, akan mengizinkan para migran yang ditampung negara itu bebas menuju Eropa.
Menurut Erdogan, ada sekira 18.000 migran telah melewati perbatasan. Namun pernyataan tersebut disampaikannya tanpa menyertakan bukti. Dia menyebut, jumlah itu akan bertambah banyak.
Sementara itu di Sabtu (29/2/2020), Yunani menyatakan keputusan pemerintah, untuk melindungi wilayah perbatasan setelah para migran mencoba untuk menyeberang dari Turki ke negara itu. “Pemerintah akan melakukan apa pun demi melindungi perbatasan kami,” kata juru bicara pemerintahan, Stelios Petsas.
Menurut Petsas, dalam 24 jam terakhir otoritas Yunani telah menggagalkan upaya masuk sekitar 4.000 migran. “Dan ini tidak ada urusan dengan Idlib,” tandasnya.(Ant)