AS dan Taliban Teken Kesepakatan Penarikan Pasukan

Presiden Afghanistan, Ashraf Ghani (tengah), hanya memerlukan waktu tak lebih dari 20 menit untuk mempelajari rancangan kesepakatan antara Amerika Serikat dan Taliban, mengenai penarikan ribuan prajurit AS dari negerinya – Foto Ant

DOHA – Amerika Serikat dan Taliban menandatangani kesepakatan penarikan pasukan AS dari Afghanistan pada Sabtu (29/2/2020). Kementerian Luar Negeri AS mengatakan, kesepakatan itu tak berarti apa-apa, bila tindakan nyata tak dijalankan berdasarkan komitmen dan janji.

Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo mengatakan, Taliban telah memperlihatkan niat, bahwa mereka akan berdamai selama masa pengurangan kekerasan. Kepada Taliban, Pompeo meminta untuk memutuskan hubungan dengan Al Qaeda dan tetap memerangi IS.

Pompeo meminta Taliban untuk menerima kemajuan yang telah dicapai perempuan di Afghanistan sejak 2001. Sebelumnya, Deputi pemimpin Taliban mengatakan, kelompoknya akan segera menandatangani kesepakatan dengan Amerika Serikat untuk mengurangi kekerasan.

Para komandan militer disebut-sebut, sepenuhnya bertekad untuk mematuhi kesepakatan bersejarah itu. “Bahwa kami saat ini berdiri di ambang kesepakatan perdamaian bersama AS bukanlah kejadian bersejarah yang remeh,” tandas Sirajuddin Haqqani, dalam pernyataan publiknya.

Pernyataan tersebut menjadi yang pertama, yang disampaikan signifikan oleh seorang pemimpin Taliban, tentang kesepakatan pengurangan kekerasan. Kesepakatan itu terjadi setelah adanya perundingan AS dan perwakilan Taliban di Qatar. Hasilnya, disepakati penarikan pasukan dari Afghanistan.

“Meraih kemungkinan kesepakatan, menjamin keberhasilannya dan mencapai perdamaian langgeng akan tergantung pada kepatuhan yang sama cermatnya dari AS mengenai komitmen masing-masing,” tulis Haqqani, yang juga kepala Jaringan Haqqani yang terkait Pakistan.

Benturan antara pasukan Afghanistan dan petempur Taliban berlanjut, namun penjabat menteri dalam negeri Afghanistan mengatakan, kesepakatan untuk mengakhiri kekerasan akan diperjuangkan. Haqqani juga menyebut, ketakutan tentang Afghanistan sekali lagi menjadi batu loncatan bagi militan. Namun, kekhawatiran yang demikian itu disebutnya berlebihan.

Terkait bagaimana hak-hak perempuan di Afghanistan akan ditegakkan, jika pasukan asing hengkang, Haqqani menggambarkan bahwa dalam Sistem Islam, hak-hak wanita dijamin oleh Islam. Dari mulai hak pendidikan sampai hak bekerja dilindungi.

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Mike Pompeo, berjalan menjelang penandatanganan kesepakatan antara anggota delegasi Taliban Afganistan dan pemerintah Amerika Serikat di Doha, Qatar, Sabtu (29/2/2020) – Foto Ant

Haqqani menekankan, perlunya penarikan seluruh pasukan asing. Para pejabat di Afghanistan dan AS mengatakan sejumlah tertentu pasukan akan tinggal di negara itu untuk menjamin stabilitas. Amerika Serikat dan NATO, akan menarik semua pasukan di Afghanistan dalam 14 bulan, jika Taliban menjalankan komitmennya.

“Koalisi akan menyelesaikan penarikan pasukan yang tersisa dari Afghanistan dalam 14 bulan setelah pengumuman pernyataan bersama ini, dan kesepakatan AS-Taliban tergantung dengan pemenuhan Taliban atas komitmennya di bawah kesepakatan AS-Taliban,” kata pernyataan bersama antara AS dan Nato.

AS akan berinisiatif mengurangi pasukannya di Afghanistan hingga 8.600 orang dalam 135 hari. Waktu itu dihitung dari kesepakatan AS-Taliban, yang dijadwalkan untuk ditandatangani di ibu kota Qatar, Doha. (Ant)

Lihat juga...