Hipermata Gelar PSN di Talibura Cegah DBD

Editor: Koko Triarko

MAUMERE – Untuk memberikan teladan kepada masyarakat dan melakukan sosialisasi soal DBD dan penanganannya, Himpunan Pelajar dan Mahasiswa Tana Ai (Hipermata) melakukan aksi Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) di desa Nangahale, kecamatan Talibura kabupaten Sikka, provinsi NTT.

“Saya meminta masyarakat Tana Ai melakukan antisipasi komprehensif atas ancaman virus Demam Berdarah Dengue (DBD), di tengah isu virus Corona yang merebak,” pinta Mandry Goban, ketua umum Hipermata, Sabtu (14/3/2020).

Mandry menyebutkan, virus DBD tidak kalah pentingnya, karena hingga saat ini sudah ada lebih dari 1.300 kasus di kabupaten Sikka dengan 14 orang meninggal dunia, sehingga dia meminta masyarakat jangan menganggap sepele virus DBD.

Ketua umum Himpunan Pelajar dan Mahasiswa Tana Ai (Hipermata) Mandry Goban, saat kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk dan sosialisasi Demam Berdarah Dengue (DBD) di desa Nangahale, kecamatan Talibura, kabupaten Sikka, provinsi NTT, Sabtu (14/3/2020). -Foto: Ebed de Rosary

Dalam kegiatan di Nangahale, dia katakan Pemda Sikka melalui Dinas Kesehatan telah melakukan sejumlah upaya pencegahan, agar kasus DBD tidak bertambah, di antaranya melakukan sosialisasi gerakan masyarakat hidup bersih dan sehat.

“Dinas Kesehatan Sikka juga telah  melakukan optimalisasi Juru Pemantau Jentik (Jumantik), pembagian bubuk abate, dan lain sebagainya.DBD adalah bahaya laten yang mengancam setiap musim pancaroba hingga musim penghujan,” tuturnya.

Mandry mengatakan, potensi DBD masih sangat besar, mengingat curah hujan saat ini masih cukup tinggi, sehingga dia meminta masyarakat untuk menjaga kebersihan dan melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) serentak dengan melakukan gerakan 3M Plus.

Untuk itu, tegasnya, butuh kepedulian bersama, sebab selain rumah, tempat lain yang juga harus dijaga kebersihannya adalah sekolah, tempat kerja, tempat ibadah dan tempat-tempat umum.

Foging  atau pengasapan hanya membunuh nyamuk-nyamuk dewasa, tapi tidak jentik-jentik nyamuknya. Foging tidak menjadi alternatif pilihan, kecuali ada minimal 3 penderita DBD dan angka bebas jentik (ABJ) lebih dari  95 persen,” sebutnya.

Bila tidak memenuhi syarat tersebut, kata Randy, cukup melakukan penyuluhan pada warga dan PSN serentak di wilayah tersebut, sehingga dia mengimbau agar Masyarakat melakukan PSN serentak setiap hari pagi dan sore  secara rutin, bermutu dan berkesinambungan.

Selain itu, saran dia, segera datang ke Puskesmas atau rumah sakit bila ada keluhan panas lebih dari 3 hari dan badan lemas, supaya tidak terlambat dalam penanganan dan kenali gejala DBD dengan benar.

Kepala Desa Nangahale, Salahudin, juga meminta agar Hipermata yang mengerti bisa turun ke desa-desa di wilayah Tana Ai untuk memberikan sosialisasi, dan melakukan gerakan PSN serentak bersama masyarakat.

Salahudin berharap, agar secara terus-menerus aksi pemberantasan DBD secara bergulir dan berkesinambungan di setiap desa yang ada di kecamatan Waiblma, Talibura, dan Waigete terus dilakukan Hipermata.

Lihat juga...