BNPB Ajak Semua Kalangan Terlibat dalam HKB 2020
Editor: Makmun Hidayat
JAKARTA — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengajak setiap pihak, mulai dari setiap individu, keluarga, komunitas, lembaga pemerintah/swasta, lembaga usaha, akademisi dan media massa bersama-sama melakukan satu kegiatan untuk membangun kesiapsiagaan menghadapi potensi bahaya.
Hal ini bertepatan dengan Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) yang jatuh setiap tanggal 26 April. Tahun ini akan menjadi tahun ke-4 penyelenggaraan HKB secara nasional,
“Dalam konteks kesiapsiagaan, kita memiliki hari khusus untuk membangun kesiapsiagaan secara massif. BNPB sudah menginisiasi untuk penyelenggaraan Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) yang jatuh setiap tanggal 26 April. Tahun ini akan menjadi tahun ke-4 penyelenggaraan HKB secara nasional,” kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Bencana BNPB, Agus Wibowo di Gedung BNPB, Jakarta, Kamis (5/3/2020).
Agus mengatakan, secara sederhana latihan dapat dilakukan secara individu, seperti misalnya mengidentifikasi layout tempat tinggal maupun melakukan evakuasi mandiri sesuai dengan rute evakuasi yang ada di sekitar. Selain itu juga matang, mendiskusikan di dalam keluarga langkah bersama untuk menghadapi bencana.
“Kita harus ingat, bahwa setiap individu atau anggota keluarga memiliki risiko bahaya yang berbeda. Kapasitas setiap individu ini memengaruhi tingkat risiko bahkan di dalam lingkup keluarga,” ujarnya.
Agus menyebutkan, secara mandiri setiap individu dapat melakukan latihan untuk membangun kesiapsiagaan. Jangan lupa untuk daftarkan diri melalui tautan situs berikut ini https://siaga.bnpb.go.id/hkb/reg_partisipan. Dengan melakukan pendaftaran pada situs tersebut, sebut Agus BNPB dapat mengetahui persebaran partisipan sehingga ini dapat memberikan gambaran kapasitas setiap wilayah di Indonesia.
“HKB 2020 yang bertemakan ‘Penanggulangan Bencana adalah Urusan Bersama,’ bertujuan untuk mengajak semua pihak hingga tingkat individu untuk berlatih dari pukul 10.00 hingga 12.00 di masing-masing tempat di seluruh tanah air. Tiga aksi yang dapat kita lakukan dalam HKB 2020, antara lain kampanye atau sosialisasi kesiapsiagaan bencana, uji peringatan dini dan latihan evakuasi mandiri,” bekasnya.
Lebih jauh Agus memaparkan bahwa bencana di Indonesia merupakan ancaman nyata setiap individu. Bencana hidrometeorologi, seperti banjir, longsor, angin puting beliung merupakan ancaman permanen. Sedangkan bencana geologi seperti gempa bumi dan tsunami memiliki catatan historis yang terjadi secara periodik.
“Di samping itu, bencana nonalam salah satunya wabah seperti penyebaran virus Korono ada di depan mata. Ini semua membutuhkan kesiapsiagaan di tingkat individu, dan untuk kepala keluarga, mereka bertanggung jawab terhadap setiap anggota keluarga untuk selamat. Ayo kita bersama, Siap untuk Selamat,” ungkapnya.
Menurut Agus, kesiapsiagaan menjadi nilai yang sangat berharga dalam menghadapi setiap potensi bahaya, baik itu bahaya geologi, hidrometeorologi maupun nonalam. Kesiapsiagaan tidak begitu saja terbentuk di dalam diri setiap individu. Mengikuti latihan merupakan salah satu upaya untuk membangun kesiapsiagaan.