Realisasi Dana Desa 2019 di Sikka Hanya 83 Persen

Editor: Koko Triarko

MAUMERE – Penyerapan dana desa di kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, pada 2019 sebesar 83 persen, dari total dana desa sebesar Rp151,3 miliar atau hanya Rp125,2 miliar, dari 147 desa yang ada di 21 kecamatan di kabupaten tersebut.

Dari 147 desa di kabupaten Sikka, hanya 41 desa yang pengelolaan keuangannya di tahun anggaran 2019 bisa dikategorikan baik, dengan persentase di atas 95 persen.

“Desa-desa ini pengelolaan keuangannya dapat dikategorikan baik, karena penyerapan anggaran di atas 95 persen. Kita berharap di tahun ini ada peningkatan,” kata Fitrinita Kristiani, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) kabupaten Sikka, Kamis (6/2/2020).

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, Fitrinita Kristiani, saat ditemui di kantornya, Kamis (6/2/2020). –Foto: Ebed de Rosary

Dikatakan Fitri, pengelolaan anggaran desa kategori baik di kecamatan Paga, yakni desa Wolowona dan Wolowiro, sementara kecamatan Mego, yakni desa Wolodhesa dan Dobo Nua Pu’u, sedangkan kecamatan Nita ada di desa Nitakloang,Tilang, Mahebora, Lusitada dan Nita.

Di kecamatan Lela, kata dia, hanya desa Kolidetung, sementara kecamatan Alok ada desa Pemana dan Gunung Sari, kecamatan Kangae hanya desa Mekendetung serta kecamatan Bola ada di desa Hokor. Sementara desa lainnya sisa anggarannya besar.

“Untuk kecamatan Kewapante ada desa Umagera, Geliting dan Namangkewa, kecamatan Talibura, desa Hikong, Talibura dan Darat Pantai. Serta kecamatan Waigete hanya desa Hoder dan Nangatobong saja yang baik,” terangnya.

Fitri menambahkan, kecamatan Palue yang baik pengelolaan keuangannya, yakni desa Maluriwu dan Reruwairere, sementara di Magepanda ada desa Reroroja dan Kolisia, serta Alok Timur ada desa Lepolimo Watugong, Koja Doi dan Koja Gete.

Untuk kecamatan Hewokloang, hanya desa Hewokloang saja, sedangkan di kecamatan Koting ada desa Koting A, Koting C, Koting D dan Paubekor. Kecamatan Doreng ada desa Waihawa, Nenbura dan Watumerak.

“Kecamatan Tanawawo ada desa Bu’u Utara dan Bu’u Selatan, sedangkan di kecamatan Waiblama, hanya desa Pruda. Sementara kecamatan Mapitara tidak ada desa yang berprestasi,” paparnya.

Kepala Desa Parumaan, kecamatan Alok Timur, Muhdir, mengatakan, untuk 2019 desanya bisa dikategorikan pengelolaan anggarannya baik, karena tidak ada SILPA.

Muhdir menyebutkan, mungkin untuk 2019  desa Kojagete, sebab pihaknya dalam pencairan dana desa aman, dan tidak ada kendala, bahkan di  2020 pihaknya pun sudah melakukan asistensi di kantor Dinas PMD Sikka.

“Kita dalam pencarian dana desa, aman. Tidak ada kendala dalam pencairannya. Untuk 2020 kita sudah lakukan asistensi di Dinas PMD Sikka, dan kalau sudah selesai bisa dicarikan minggu depan,” sebutnya.

Pada 2019, tambah Muhdir, RKPDes desa Parumaan sudah ditetapkan pada Oktober 2019, sementara APBDes tanggal 20 Desember 2019 sudah ditetapkan, sehingga tidak ada permasalahan dalam proses pencairan dana desa tahap pertama 2020.

Lihat juga...