Corona Merebak, Sekolah di Yogya Tetap Gelar Pertukaran Pelajar

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

YOGYAKARTA – Sejumlah sekolah di Yogyakarta melakukan persiapan khusus dalam menjalankan kegiatan di luar negeri pasca-merebaknya virus Corona di sejumlah negara beberapa waktu terakhir.

Persiapan dilakukan untuk memastikan keamanan dan keselamatan siswa dalam mengikuti program kemitraan sekolah (sister school) seperti pertukaran pelajar (study exchange).

Seperti dilakukan Sekolah Islam Al-Azhar Yogyakarta. Sekolah yang terletak di Jalan Ring Road Utara ini setiap tahunnya rutin menggelar program pertukaran pelajar di sejumlah negara tetangga.

Pada bulan Februari 2020 ini SD Al-Azhar bahkan berencana mengirimkan sebanyak 38 siswa untuk menjalankan kegiatan yang menjadi bagian program kemitraan sekolah tersebut.

“Kita sudah menjalin kerjasama dengan sejumlah sekolah di Singapura dan Malaysia sejak 3 tahun terakhir. Salah satu programnya adalah melakukan pertukaran pelajar. Pada 10-17 Februari ini kita berencana mengirimkan 38 siswa k esana,” ujar Kepala Sekolah SD Al-Azhar 31 Yogyakarta, Danar Kusuma, saat ditemui di sela kegiatan gladi bersih pemberangkatan, Kamis (6/2/2020).

Kepala Sekolah SD Al-Azhar 31 Yogyakarta, Danar Kusuma, saat ditemui di sela kegiatan gladi bersih pemberangkatan, Kamis (6/2/2020). Foto: Jatmika H Kusmargana

Untuk mengantisipasi penularan virus Corona pada siswa, pihak sekolah pun telah melakukan persiapan khusus jauh-jauh hari sebelumnya. Mulai dari memastikan keamanan lokasi kunjungan, pembekalan siswa dengan masker dan antiseptik, hingga menjalin koordinasi secara intensif dengan pihak maskapai penerbangan.

“Nanti seluruh siswa akan kita minta memakai masker begitu tiba di bandara dan kantor imigrasi. Termasuk juga pemaiakan hand sanitizer. Selain itu kita juga sudah secara intens berhubungan dengan pihak maskapai penerbangan setempat. Apalagi pihak sekolah mitra pada H-3 sudah menyatakan kondisi di sana aman. Di mana sekolah maupun tempat-tempat wisata dibuka untuk umum,” katanya.

Selama melakukan kegiatan pertukaran pelajar, pada siswa SD Islam Al-Azhar Yogyakarta sendiri nantinya tidak hanya melakukan kegiatan belajar di sekolah. Tetapi mereka juga akan tinggal bersama di rumah orang tua siswa sekolah mitra. Termasuk menampilkan kesenian berupa seni tari dan lagu.

“Dengan kegiatan semacam ini kita harapkan anak-anak bisa memiliki wawasan global. Karena mereka secara langsung bisa melihat situasi dan kondisi di luar negeri. Dengan begitu saat menjadi pemimpin kelak mereka bisa mengambil kebijakan dengan mempertimbangkan pengalaman mereka selama di negara lain,” ungkapnya.

Tak hanya itu, dengan menampilkan pertunjukan kesenian di luar negeri, anak-anak juga diharapkan bisa belajar agar lebih percaya diri sekaligus bangga akan kebudayaan yang dimiliki. Pasalnya di sana mereka akan mempertontonkan kesenian dan kebudayaan Indonesia di hadapan siswa-siswi negara lain.

“Dengan kegiatan ini mereka juga akan bisa mengenalkan budaya Indonesia kepada masyarakat negara lain,” pungkasnya.

Lihat juga...