Bina Keluarga Lansia Ciptakan Keluarga Produktif

Redaktur: Muhsin E Bijo Dirajo

LAMPUNG — Program Bina Keluarga Lanjut Usia (BKL Lansia) menjadi salah satu upaya dalam ciptakan keluarga produktif di pedesaan. Peran kader Posyandu dalam meningkatkan kesehatan lansia akan menciptakan keluarga yang produktif.

Dokter Wirza Rahmi, dokter umum UPT Puskesmas Rawat Ketapang Lampung Selatan saat kegiatan Posyandu Lansia di Desa Legundi Kecamatan Ketapang, Jumat (21/2/2020). Foto: Henk Widi

Dokter Wirza Rahmi, dokter umum di UPT Puskesmas rawat inap Ketapang menyebut kesehatan lansia menjadi perhatian dengan pemberian pelayanan melalui Posyandu Lansia. Sejumlah kegiatan yang dilakukan dengan melakukan penyuluhan, kunjungan rumah, rujukan.

Sejumlah kegiatan yang dilakukan saat Posyandu lansia meliputi pemeriksaan tensi darah, kesehatan fisik dan pendampingan psikologis. Melalui pemeriksaan kesehatan, pendampingan diharapkan derajat kesehatan lansia akan meningkat.

“Intervensi petugas kesehatan akan sangat penting mendorong masyarakat khususnya lansia agar rutin memeriksakan kesehatan, olahraga dan konsumsi makanan bergizi yang sesuai dengan usia,” terang Dr Wirza Rahmi saat dikonfirmasi Cendana News, Jumat (21/2/2020).

Keberadaan lansia di sejumlah desa menurutnya akan menjadi indikasi derajat kesehatan masyarakat. Melalui keberadaan lansia yang sehat maka tidak akan merepotkan anggota keluarga.

“Sebab lansia yang produktif bisa lebih mandiri dalam merawat diri sendiri bahkan masih bisa bekerja,” tambahnya.

Siti Maimunah, ketua tim penggerak PKK Desa Legundi menyebutkan, upaya mendukung kesehatan lansia digelar dengan berbagai langkah. Kegiatan gerakan masyarakat hidup sehat (Germas) dilakukan dengan senam jantung sehat setiap hari Jumat dan menyesuaikan jadwal setiap desa.

“Koordinasi Posyandu lansia dengan klub jantung sehat menggelar senam rutin digelar bersamaan dengan pemeriksaan rutin oleh bidan, dokter,” beber Siti Maimunah.

Kegiatan senam jantung sehat pada level desa digelar secara rutin menjadi upaya peningkatan kesehatan melalui gerakan fisik. Selain itu diisi juga dengan penyuluhan tentang pola makan yang sehat, pemeriksaan rutin dan pendampingan psikologis.

Ponimin,penyuluh atau kader Bina Keluarga Lanjut Usia Kecamatan Ketapang menyebut pendampingan terus dilakukan. Khusus di wilayah Desa Legundi jumlah lansia di wilayah itu mencapai sekitar 50 orang lebih.

Produktovitas anggota keluarga lansia perlu mendapat dukungan agar tidak merasa dikucilkan. Sebab lansia perlu mendapat dukungan psikologis dan bisa selalu diberikan pendampingan dengan saling berkumpul dengan sesama lansia yang lain.

Lihat juga...