Arab Saudi Siap Kucurkan Rp1,4 Triliun untuk Petani dan Nelayan

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

JAKARTA – Pemerintah Arab Saudi telah sepakat mendukung salah satu Proyek Prioritas Strategis (Major Project) Nasional yaitu Penguatan Jaminan Usaha Serta 350 Korporasi Petani dan Nelayan. Arab Saudi siap mengucurkan dana sebesar Rp1,4 triliun untuk mendukung program tersebut, dalam hal pembiayaan.

“Dengan demikian ketergantungan pengelolaan pertanian dan perikanan pada pemerintah dalam bentuk pembiayaan APBN, ke depan itu bisa dikurangi. Termasuk di dalamnya subsidi perlu diikuti dengan prakarsa investasi di dunia usaha dan masyarakat,” terang Menteri PPN/Bappenas, Suharso Monoarfa, Senin (10/2/2020) di Jakarta.

Suharso mengatakan kerjasama dengan Arab Saudi ini sejalan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2017 tentang Sinkronisasi Proses Perencanaan dan Penganggaran Pembangunan Nasional. Dia pun menglaim langkah tersebut bagian dari creative financing.

“Kami mengambil peran penting di dalam memperkuat creative financing, yaitu dengan menggali sumber-sumber pembiayaan yang tidak hanya berasal dari APBN, tetapi juga dari pihak swasta dan masyarakat, termasuk di dalamnya lembaga internasional, dengan tetap memperhatikan aspek kedaulatan dan kemandirian nasional,” papar Suharso.

Seperti diketahui, fokus utama dari major project penguatan jaminan usaha serta 350 korporasi petani dan nelayan ada lima, yakni; penerapan good agriculture techniques, penguatan kelembagaan petani, investasi dan pembiayaan, asuransi pertanian dan perikanan, kemitraan koperasi dan UMKM, serta fasilitas pemasaran.

Suharso berharap, dengan diterapkannya major project ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat dan memenuhi target pemerintah lima tahun mendatang di antaranya; meningkatkan pendapatan petani rata-rata 5 persen per tahun dan pendapatan nelayan rata-rata 10 persen per tahun.

“Kami juga berharap ini bisa mendorong peningkatan produktivitas komoditas 5 persen per tahun,” tukasnya.

Selain Arab Saudi, perusahaan swasta dalam negeri, PT Indonesian Mecca Tower turut bekerjasama dalam program pembiayaan di major project tersebut.

“Kami mengambil peran dalam artian bisnisnya. Kerjasama kami dengan korporasi (petani-nelayan) di daerah. Kita share saham di situ,” ujar Komisaris PT Indonesian Mecca Tower, Luwarso di tempat yang sama.

Sejauh ini, Luwarso mengatakan, pihaknya telah mengucurkan anggaran sekitar Rp15 triliun untuk pembiayaan korporasi petani dan nelayan di sejumlah daerah.

“Ini merupakan satu bentuk program distrupsi inovasi Pak Jokowi. Di mana kita bisa dilibatkan pada program seperti ini. Perlu kami tegaskan, posisi petani jelas, mereka adalah pemilik saham mayoritas, kami tidak boleh lebih tinggi dari mereka,” pungkas Luwarso.

Lihat juga...