Jembatan Dagemage Ambruk, Jalan Trans Utara Flores Lumpuh

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

MAUMERE – Jembatan di jalan trans utara Flores yang menghubungkan kabupaten Sikka di wilayah timur dan kabupaten Ende serta Nagekeo di wilayah barat pulau Flores provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) ambruk akibat diterjang banjir, dan membuat jalur transportasi darat antar-kabupaten ini lumpuh.

Jembatan Dagemage di dusun Magerepu, desa Kolisia, kecamatan Magepanda, kabupaten Sikka ini ambruk sejak semalam Minggu (5/1/2020) sehingga membuat kendaraan roda empat dari dua arah tertahan di kedua sisi jalan.

“Jembatan ini semalam Minggu (5/1/2020) sekitar pukul 20.20 WITA ambruk saat terjadi banjir. Akibat kejadian ini, jembatan tidak bisa dilewati oleh kendaraan roda empat,” terang Pedro Rodriques, camat Magepanda kabupaten Sikka, NTT,  Senin (6/1/2020).

Pedro Rodriques, camat Magepanda, kabupaten Sikka, provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) saat ditemui di lokasi jembatan Dagemage yang ambruk, Senin (6/1/2020). Foto: Ebed de Rosary

Pedro menambahkan, kendaraan roda empat dari wilayah timur kabupaten Sikka menuju wilayah barat kabupaten Sikka maupun wilayah kabupaten Ende dan Nagekeo serta sebaliknya tidak bisa melewati jalur jalan ini.

Sementara kendaraan roda dua dan para penumpang kata dia, bisa lewat melintasi kali karena kondisi air sejak Senin (6/1/2020) pagi sudah surut dan aman untuk dilewati.

“Camat bersama Kapolsek dan Danramil telah berkoordiasi dan menempatkan personel untuk bersiaga di lokasi guna mengantisipasi adanya kejadian yang tidak diinginkan seperti pemalakan dan lainnya,” tuturnya.

Pedro juga menyebutkan dirinya sudah berkoordinasi dengan kepala dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) kabupaten Sikka agar mengerahkan alat berat untuk memperbaiki jembatan.

Gelagar jembatan sebutnya, akan dipasang kembai dan kedua sisi jembatan darurat yang terkikis banjir akan ditimbun untuk memudahkan penempatan gelagar sehingga bisa dilalui kendaraan.

“Saya sudah koordinasi dengan dinas PUPR Sikka dan kemungkinan sore sudah ada alat berat sehingga pekerjaan perbaikan jembatan darurat sudah bisa dilakukan secepatnya,” ungkapnya.

Fransiska Sisilia Sese, salah seorang perawat Puskesmas Magepanda kepada media mengatakan, akibat ambruknya jembatan membuat 3 pasien Demam Berdarah dengue (DBD) yang hendak dirujuk ke rumah sakit TC Hillers Maumere harus tertahan sejam lebih.

Menurut Fransiska, mobil ambulans Puskesmas Magepanda dari arah barat tiba di jembatan sekitar pukul 11.00 WITA dan harus menunggu mobil ambulans dari dinas Kesehatan kabupaten Sikka dari wilayah timur tiba di lokasi baru pasien bisa dipindahkan.

‘Sekitar pukul 12.20 WITA mobil ambulans dari dinas Kesehatan kabupaten Sikka tiba di lokasi sehingga ketiga pasien DBD tersebut bisa dipindahkan dengan cara digotong melewati kali,” ujarnya.

Servius, salah seorang sopir angkutan jurusan Maumere-Magepanda menyebutkan, para penumpang diturunkan di sisi timur jembatan dan berjalan kaki menuju angkutan lainnya yang sudah menunggu di sebelah barat.

Disaksikan Cendana News di lokasi, ada beberapa anak muda di desa ini menawarkan jasa membawa barang milik penumpang menuju angkutan yang telah parkir di seberang jembatan dengan bayaran sesuai kesepakatan.

Beberapa sepeda motor terlihat berjalan perlahan dan hati-hati melewati turunan menuju jembatan dan menyeberangi kali hingga tiba di sisi sebelahnya untuk melanjutkan perjalanan.

Lihat juga...