Kondisi Tanggul di Bekasi Perlu Penanganan Serius

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

BEKASI – Sekretaris Utama Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) atau Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) Himawan Hariyoga, mengaku prihatin atas kondisi tanggul Kali Bekasi di wilayah komplek Pondok Gede Permai (PGP), Jatiasih, Kota Bekasi, Jawa Barat.

Pasalnya jika tidak segera dilakukan perbaikan maka tidak menutup kemungkinan akan kembali terjadi banjir meskipun hujan tidak terlalu besar karena bagian dasar tanggul sudah tergerus.

“Kami (PPN) segera koordinasikan dengan kementerian PUPR untuk penanganan. Karena kondisi tanggul tersebut sudah membahayakan,” ujar Himawan Hariyoga, kepada Cendana News, saat meninjau langsung korban banjir di PGP, Kota Bekasi, Senin (6/1/2019).

Sekretaris Utama Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) atau Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) Himawan Hariyoga, saat dijumpai Cendana News, Senin (6/1/2020) – Foto: Muhammad Amin

Dia mengaku prihatin atas kejadian bencana banjir di kompleks PGP yang begitu dahsyat hingga merendam pemukiman warga. Apalagi banjir di wilayah setempat selalu terjadi setiap tahunnya.

Menurutnya harus ada penanganan serius agar tidak membahayakan bagi warga yang berada di sekitar lokasi DAS. Namun dia tidak bisa menjanjikan kepastiannya, ia hanya mengaku segera koordinasi dengan PUPR.

“Kami akan koordinasi dengan PUPR dan menyampaikan kondisi di lapangan setelah melihat langsung kondisi tanggul,” ujarnya tidak bisa merinci berapa biaya untuk perbaikan tanggul tersebut.

Sementara wakil Ketua Komisi V DPR RI, Nur Hayati Monoarfa yang  juga sebagai istri Menteri PPN, mengaku siap mendesak PUPR untuk melihat langsung ke lokasi tanggul kali Bekasi di kompleks PGP.

“Saya siap meminta kementerian PUPR melihat langsung ke lokasi agar segera melakukan perbaikan tanggul. Apalagi banjir di PGP sifatnya tahunan maka harus dihadapi pemerintah secara terus menerus jika tidak diperbaiki,” tukasnya.

Dia juga meminta pemerintah daerah harus menyiapkan wilayah resapan. Begitu pun dalam penerbitan IMB harus memperhatikan wilayah resapan air.

Sementara Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) Kota Bekasi, Jumhana Luthfi, mengakui bahwa khusus kompleks PGP setiap tiga tahunan selalu terjadi banjir besar luapan dari Kali Bekasi.

“PGP posisinya tepat berada di lokasi pertemuan antara Sungai Cileungsi, Cikeas baru menjadi Kali Bekasi. Sementara tanggulnya sudah keropos di bagian bawah, maka setiap tahun pasti terjadi banjir,” ujarnya.

Menurutnya perlu perhatian khusus tidak hanya normalisasi tanggul tetapi harus ada area DAS yang mesti dibebaskan dari bangunan. Dan tentunya biayanya cukup besar karena dia mengaku saat menjadi kepala Bappeda Kota Bekasi pernah melakukan penghitungan dengan BWCC dan angkanya cukup besar.

“Secara keseluruhan tanggul di Kali Bekasi jika mau diperbaiki mulai dari kompleks Villa Nusa Indah sampai ke Telukpucung. Dan biayanya mencapai triliunan, kemungkinan itu jadi sebab kenapa tidak diperbaiki sampai sekarang,” papar Jumhana Lutfi.

Namun demikian dia menyebutkan bahwa Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi akan mendapatkan anggaran sekira Rp4 triliun untuk membangun turap atau tanggul sistem bor seperti tiang pancang.

Saat ini pemerintah Kota Bekasi terus mengebut perbaikan infrastruktur terutama membersihkan areal bekas banjir agar memperlancar arus lalulintas di lokasi titik banjir.

Terpantau semua kendaraan pengangkut sampah dan mobil pemadam kebakaran turut dikerahkan untuk menanggulangi sisa banjir.

Arus lalulintas di wilayah lokasi banjir terpantau padat merayap dan macet total seperti di jalan Swatantra dan kompleks PGP sendiri sebagai jalur lintas menuju wilayah Gunung Putri Kabupaten Bogor.

Banyak sampah belum terangkut dan masih menumpuk di rumah warga. Hal lain jalanan pun masih tergenang lumpur bercampur air hujan. Cuaca masih terus hujan meski entitas rendah di wilayah Kota Bekasi sejak dari sore kemarin.

Lihat juga...