Beri Kemudahan Mahasiswa, UMP Terapkan Delapan Aplikasi Online

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

PURWOKERTO – Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) terus berbenah diri dalam upaya memberikan pelayanan akademik maupun non akademik.

Ada delapan aplikasi online yang sudah diterapkan, mulai dari administrasi akademik, kepegawaian, kemahasiswaan, penelitian, pengabdian, sistem keuangan, skripsi serta absensi.

Berbagai aplikasi online ini memberikan kemudahan bagi mahasiswa, dosen serta pihak orang tua mahasiswa. Sebab, pemantauan bisa dilakukan secara menyeluruh dari aplikasi tersebut.

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kerjasama UMP, Dr. Jebul Suroso, mengatakan, dengan sistem online tersebut mahasiswa bisa melakukan daftar ulang, pembayaran SPP, mengurus Kartu Rencana Studi (KRS), wisuda dan lain-lain melalui aplikasi online.

Sebaliknya, pihak orang tua mahasiswa juga bisa melakukan pemantauan serupa, terkait absensi anaknya hingga melihat Kartu Hasil Studi (KHS).

“Semua terkoneksi dalam jaringan online, seperti penerimaan mahasiswa baru misalnya, data sudah masuk dalam sistem pangkalan data di akademik, demikian pula dengan absensi mahasiswa yang menggunakan fingerprint, sistem pembayaran hingga kunjungan di Perpustakaan semua ada dalam satu sistem database,” terang Jebul Suroso, Kamis (19/12/2019).

Lebih lanjut Jebul Suroso menjelaskan, setiap mahasiswa memiliki password sendiri untuk masuk dalam aplikasi. Dan dalam pertemuan dengan orang tua mahasiswa di awal semester, pihaknya menyampaikan, orang tua bisa meminta password kepada anaknya untuk memantau hasil studi mereka.

“Orang tua bisa memantau apakah anaknya rajin masuk kuliah atau tidak, apakah SPP sudah dibayarkan atau belum hingga memantau hasil studi anaknya. Sehingga aktivitas mahasiswa terkontrol dengan baik,” tuturnya.

Sistem online yang terkoneksi luas ini sudah diterapkan UMP kepada semua angkatan mahasiswa. Dan dampaknya adalah, tidak ada lagi antrean untuk mengambil KRS atau KHS, antrean pembayaran SPP dan lain-lain.

Sehingga mahasiswa bisa lebih efektif dalam mengatur waktu mereka. Selain itu juga ada transparansi hasil studi yang ditampilkan.

Meskipun sudah menghadirkan kemudahan dan transparansi, namun upaya pengembangan dan perbaikan aplikasi terus dilakukan pihak UMP.

Jebul Suroso mengatakan, saat ini pihaknya tengah mengembangkan absensi dalam bentuk lain, yaitu menggunakan sistem radar.

Menurutnya, semua mahasiswa sudah membawa handphone dan hal ini bisa dimanfaatkan untuk menerapkan sistem absensi menggunakan radar.

“Absensi dengan menggunakan fingerprint itu sebenarnya sudah sedikit tertinggal, maka kita upayakan bentuk lain dan saat ini masih dalam pengembangan. Selain itu, kita juga sedang mengupayakan sistem penerimaan mahasiswa baru berbasis android. Teknologi kan terus berkembang, sehingga kita juga terus berupaya membuat terobosan-terobosan baru,” jelasnya.

Hal senada juga diungkapkan Rektor UMP, Drs. Anjar Nugroho. Menurutnya, pada akhirnya sistem konvensional akan berubah dan menuju ke sistem online. Sehingga sebagai institusi pendidikan, perguruan tinggi harus sedini mungkin mempersiapkan diri menuju layanan berbasis online.

“Dengan sistem online ini, maka pelaporan data di setiap program studi harus dilakukan dengan baik dan harapannya pihak kampus maupun orang tua mengetahui kondisi mahasiswa secara riil,” pungkasnya.

Lihat juga...