Antisipasi Kenaikan Harga, Bulog Maumere Lakukan Operasi Pasar
Redaktur: Satmoko Budi Santoso
MAUMERE – Kenaikan harga Sembilan Bahan Pokok (Sembako) yang mulai terjadi sejak awal bulan Desember membuat Perusahaan Umum (Permu) Badan Urusan Logistik (Bulog) Divisi Regional (Divre) Maumere terus melakukan operasi pasar.
Operasi pasar yang dilakukan Bulog Maumere dilakukan sejak tanggal 5 dan 10 Desember lalu bertempat di pasar Alok serta di pasar Lela tanggal 9 Desember dan lapangan sepakbola kecamatan Paga tanggal 11 Desember lalu.
“Operasi pasar juga kami lakukan di pasar Waigete tanggal 12 Desember lalu dan gereja Nelle tanggal 13 Desember,” kata kepala Bulog Divre Maumere, kabupaten Sikka, provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Marselina B. Rihi, Kamis (19/12/2019).

Operasi pasar juga kata Marselina dilaksanakan di pasar Lekebai kecamatan Mego tanggal 14 Desember serta di pasar kecamatan Bola tanggal 16 Desember dan di pasar Alok serta pasar lainnya yang ada Rumah Pangan Kita.
Selain itu tambahnya, besok Jumat (20/12/2019) kegiatan serupa akan dilaksanakan secara serentak di tiga kecamatan di wilayah kota Maumere yakni Alok, Alok Barat dan Alok Timur.
“Stok beras, terigu, gula pasir dan minyak goreng di gudang Bulog Maumere mencukupi hingga setelah tahun baru nanti. Operasi pasar terus dilakukan agar harga bisa stabil,” ucapnya.
Untuk saat ini jelas Marselina, stok beras di gudang Bulog Maumere masih tersedia 1.500 ton termasuk dengan beras komersial, minyak goreng ada 9 ribu liter, terigu 3 ton serta gula sebanyak 25 ton.
Harga jualnya ungkapnya, disesuaikan dengan ketentuan dimana beras medium dijual Rp.9 ribu per kilogramnya, minyak goreng Rp.12.500 per liternya, gula pasir Rp.12.500 per kilogram serta terigu Rp.9 ribu per kilogram.
“Setiap kali kami menggelar operasi pasar masyarakat sangat antusias untuk berbelanja. Kami tidak membatasi sehingga siapa saja bisa membeli saat pelaksanaan operasi pasar,” tuturnya.
Petronela Resi, salah seorang pembeli yang ditemui di pasar Alok mengatakan, harga beras saat ini paling murah Rp.10 ribu hingga Rp.13 ribu per kilogramnya sementara gula pasir naik dari Rp.12 ribu per kilogramnya menjadi Rp.14 ribu per kilogramnya.
Kenaikan harga beras kata Nela, sapaannya, berkisar antara Rp.1.000 hingga Rp.2.000 per kilogramnya sementara harga terigu dan minyak goreng juga naik hingga Rp.3 ribu per kilogramnya.
“Adanya operasi pasar membuat pembeli bisa mendapatkan harga yang lebih murah sedikit dan barang juga bisa dibeli langsung ke kantor Bulog Maumere,” katanya.
Nela katakan, untuk Maumere memang stok banyak karena barang bisa masuk dari Surabaya maupun Makassar karena angkutan kapal barang hampir tiap hari masuk ke Maumere.
Ia berharap pemerintah bersama Bulog Maumere bisa melakukan operasi pasar lebih banyak di kecamatan-kecamatan karena masyarakatnya lebih sulit mendapatkan barang kebutuhan pokok dengan harga murah.