Prof Susriyati ini Kembangkan Instrumen Deteksi Kualitas Air
Redaktur: Satmoko Budi Santoso
MALANG – Guru besar Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) bidang Pendidikan Biologi, Universitas Negeri Malang (UM), Prof. Dr. Susriyati Mahanal, MPd, mengatakan, masalah lingkungan khususnya yang terkait dengan kualitas air hingga saat ini masih belum bisa terselesaikan dengan baik.
Diperlukan peran pendidikan di semua jenjang untuk mengatasi sekaligus memecahkan masalah lingkungan tersebut.
“Kami di sini bergerak di bidang pendidikan maka kami membekali para siswa SMP maupun SMA untuk dapat mendeteksi kualitas air secara sederhana,” ujarnya saat ditemui di gedung rektorat, Kamis (19/12/2019).
Dikatakan Susriyati, materi terkait lingkungan sebenarnya sudah ada di kurikulum 13. Hanya saja menurutnya untuk pembelajaran kepada siswa yang paling efektif adalah selain diberi wawasan juga melalui praktikum.
“Jadi kita ajak para siswa ke sungai untuk melihat secara langsung. Tapi kalau hanya melihat saja tentunya tidak akan efektif, jadi harus ada alatnya untuk praktikum,” terangnya.
Oleh karena itu, Susriyati kemudian memiliki gagasan untuk mengembangkan Instrumen Deteksi Kualitas Air Sederhana dengan Indikator Biologi Bentos Makroinvertebrata. Bentuknya berupa amplop matrik berwarna.
Diakui Susriyati, cara penggunaan instrumen tersebut sebenarnya cukup mudah. Para siswa cukup mencari contoh organisme makroinvertebrata di sungai maupun danau yang diamati, untuk selanjutnya dicocokkan dengan gambar penggolongan organisme toleran, moderat atau sensitif pada amplop bagian belakang.
Setelah itu, jumlah organsime yang diperoleh kemudian dihitung, untuk selanjutnya dicocokkan dengan kategori jumlah individu yang ada pada bagian depan amplop. Ulangi langkah tersebut kepada ketiga gologan organisme.
“Setelah memperoleh data kategori organisme beserta jumlahnya, arahkan kartu pengintip lurus dengan kategori yang kita peroleh. Dengan begitu, warna yang ada pada kartu pengintip menunjukkan kualitas air yang telah diamati,” ungkapnya.
Disampaikan Susriyati, keakuratan instrumen buatannya tersebut sudah teruji secara empirik melalui beberapa penelitian di Sungai Metro dan sungai Brantas dengan cara membandingkan hasil analisis kualitas air berdasar parameter fisiko-kimia dengan parameter biologi menggunakan instrumen pendeteksi kualitas air.
“Hasil penelitian menunjukkan terdapat kesesuaian kualitas air antara yang dideteksi berdasarkan parameter fisiko-kimia dengan kualitas air berdasar parameter biologi menggunakan Instrumen Deteksi Kualitas Air dengan Indikator Biologi Bentos Makroinvertebrata,” pungkasnya.