Universitas ternama di AS dan Inggris jadi favorit, tak mudah ditembus

Admin

JAKARTA, Cendana News – Universitas terbaik dunia seperti di Amerika Serikat (AS) dan Inggris menjadi favorit bagi para pelajar.

Beberapa univeristas terbaik dunia itu antara lain Universitas Brown, Universitas Columbia, Universitas Cornell, Perguruan Tinggi Dartmouth, dan Universitas Harvard.

Kemudian, Universitas Pennsylvania, Universitas Princeton, dan Universitas Yale, hingga Universitas Oxford dan Universitas Cambridge juga menjadi favorit.

Crimson Education dalam siaran persnya yang diterima Cendana News, Senin (26/9), menyebut sejumlah univeritas itu menjadi favorit tidak hanya karena memiliki sarana dan prasarana yang memadai, namun juga berlimpah.

Selain itu juga jaringan alumni yang ekstensif dan reputasi universitas yang menjanjikan segudang peluang berkarier.

Kemudian, adanya laboratorium riset dengan teknologi termutakhir yang kaya akan inovasi.

Tenaga pengajar berpengalaman yang telah meraih berbagai penghargaan, hingga ratusan lembaga kemahasiswaan yang inklusif, dan mampu memayungi keragaman mahasiswanya.

Namun, untuk bisa menembus universitas kelas dunia itu bukan pekerjaan yang mudah.

Setiap tahun, universitas-universitas unggulan di AS dan Inggris menerima puluhan ribu aplikasi dari seluruh dunia. Dan, hanya meloloskan sebagian kecilnya.

Pada tahun ajaran 2022, Harvard University hanya menerima 4,59 persen dari 42.749 pelajar yang melamar.

Beratnya kompetisi itu menjadi pemicu utama bagi para pelajar berprestasi seluruh dunia untuk membangun profil sebaik-baiknya.

Namun, ternyata prestasi akademis saja tidak cukup untuk menjamin keberhasilannya.

Lyn Han, seorang Former Alumni Interviewer di University of Chicago dan US University Admissions Strategist, mengatakan skema seleksi universitas penerimaan di AS dan Inggris tersebut bersifat holistik.

Dia menjelaskan, dalam menyeleksi semua calon mahasiswanya universitas-universitas unggulan di AS dan Inggris tidak hanya menilai pencapaian akademis.

Tetapi, juga kegiatan ekstrakurikuler dan kepemimpinan serta kepribadian calon mahasiswa yang tersirat melalui penulisan esai dan wawancara.

Sementara itu, selama ini ada anggapan pelajar yang memiliki nilai rapor sempurna pasti bisa menembus universitas unggulan seperti Harvard University atau University of Oxford.

“Pencapaian akademis memang penting, tetapi bukan golden ticket yang bisa menjamin keberhasilan seseorang menembus universitas kelas dunia,” jelas Lyn Han.

Lyn Han mengatakan hal itu dalam acara Extracurricular and Leadership Building Profile, Seminar with Crimson Education di Goodrich Suites Artotel Portfolio Jakarta Selatan, pekan ini.

Dia pun menegaskan dengan pendekatan holistik itu, maka  bakat dan minat pelajar pun menjadi penting dalam penilaian seleksi penerimaan di universitas.

Country Manager Indonesia di Crimson Education, Vanya Sunanto mengatakan, adanya perbedaan pendekatan dalam sistem pendidikan di Indonesia dan di AS serta Inggris inilah yang coba dijembati oleh Crimson Education.

Upaya tersebut melalui layanan konsultasi dan bimbingan seleksi penerimaan universitas di AS dan Inggris.

“Di Crimson, kami selalu mengawali layanan kami dengan menggali segala sesuatu tentang calon siswa kami, mulai dari bakat, minat, kelebihan, kekurangan, aspirasi, hingga cita-cita yang ingin dicapai,” katanya.

Lihat juga...