Momen Nataru di Sumbar tak Berdampak pada Harga Sembako

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

PADANG – Momen jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) di Sumatera Barat sejauh ini tidak berdampak kepada harga sembako di sejumlah pasar. Buktinya harga sembako di pasar masih tergolong normal dan hanya beberapa item barang saja yang mengalami kenaikan dengan angka yang tidak terlalu signifikan.

Seperti yang ada di Pasar Raya Padang, hari ini harga sembako berada di kisaran harga normal. Cabai merah yang menjadi kebutuhan terbesar masyarakat di Padang harganya kini Rp36 ribu per kilogramnya, dan jika dibandingkan satu pekan yang lalu hanya Rp33 ribu per kilogramnya.

Sementara bawang merah dari Rp14 ribu per kilogram pada pekan lalu dan hari ini naik jadi Rp16 ribu per kilogramnya.

Salah seorang warga Padang, Laila, mengatakan, biasanya di momen penghujung tahun adanya natal dan tahun baru harga sembako mengalami kenaikan yang mengejutkan.

Namun hingga jelang dua pekan menuju akhir tahun, harga sembako masih terbilang normal. Meski ada naik Rp2000 hingga Rp3000 per kilogram dari berbagai item barang, hal itu masih dalam kondisi wajar.

“Menurut saya masih aman harga sembakonya, ya naik sedikit wajarlah mungkin saja pengaruh cuaca yang lagi hujan makanya agak naik dikit harga sembakonya,” katanya, Kamis (19/12/2019).

Laila menyatakan kebutuhan masyarakat dalam membeli sejumlah sembako jelang akhir tahun terbilang meningkat di hari biasa, sebab banyak keluarga yang dari rantau pulang ke kampung halaman untuk menikmati liburan akhir tahun.

Artinya, Laila harus membeli sembako lebih banyak untuk sanak saudaranya yang hendak pulang kampung.

“Keluarga mau pulang ke kampung untuk menikmati libur, jadi saya harus memasak lebih dan enak untuk keluarga saya ini,” ujarnya.

Selain di Kota Padang, kondisi harga sembako di sejumlah pasar di Kabupaten Pesisir Selatan pun terbilang stabil. Sama halnya di pasar yang ada di Padang, masih ada kenaikan harga, namun tidak begitu besar dan stok sembako pun masih aman hingga akhir tahun.

Kenaikan harga terjadi pada harga telur ayam ras. Meski tidak mencolok, pelan tapi pasti, harga telur ayam ras terus naik. Pada minggu lalu, telur ayam ras seharga Rp 1300 per butir, kini naik menjadi Rp 1400 per butir.

Selain telur, harga minyak goreng juga mengalami kenaikan dari Rp 11.000 per kilogram menjadi Rp 12.000 per kilogram. Kenaikan juga terjadi pada sejumlah kebutuhan lainnya seperti harga Gula Pasir yang semula Rp 11.000 per kilogram menjadi Rp 12.000 per kilogram.

Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Koperasi Perdanganan Perindustrian, Pasar Kabupaten Pesisir Selatan, Azral, mengingat kondisi harga sembako masih tergolong stabil, maka untuk operasi pasar masih belum bisa dilakukan, karena kenaikan harga di pasar tidak mencolok dan cenderung masih stabil.

“Namun pihaknya secara berkala terus melakukan pemantauan kondisi pasar. Baik untuk memonitor terkait perkembangan harga, sirkulasi barang maupun ketersediaan barang di pasaran,” ujarnya, ketika dihubungi via telepon.

Ia mengatakan, Pemkab Pesisir Selatan akan selalu pantau harga kebutuhan pokok di pasaran terutama menjelang natal dan tahun baru. Hal itu, guna mengantisipasi kenaikan harga yang sering terjadi selama ini menjelang natal dan hingga akhir tahun.

Di antara bahan itu, yakni bawang merah naik dari Rp 14.000 perkilogramnya menjadi Rp16.000 per kilogram, cabai merah besar dari Rp 40 ribu per kilogram menjadi Rp 45 ribu.

Sedangkan bahan kebutuhan lainnya seperti beras, daging sapi, telur ayam, gula pasir, daging ayam, dan jenis sayur-sayuran hingga kini masih terpantau tetap seperti hari-hari sebelumnya.

Salah seorang pedagang cabai merah di Painan, Abas, mengatakan, untuk stok cabai merah mulai mengalami kekurangan. Karena itu, harga cabai sedikit melonjak dari harga biasanya. Hal ini juga menjadi salah satu alasan naiknya harga cabai merah di pasar Painan.

“Saat ini, kita susah untuk mendapatkan cabai merah karena stok yang didapat sedikit. Biasanya tiap menjelang masuknya natal dan Tahun Baru, kondisi seperti ini kerap terjadi. Apalagi, cuaca kurang bagus saat ini bisa saja berimbas pada tanaman cabai para petani,” jelasnya,

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sumatera Barat, Asben Hendri, mengatakan, persoalan stok sembako di Sumatera Barat hingga penutupan masih aman.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Provinsi Sumatera Barat, Asben Hendri, memberikan keterangan kepada awak media, ketika ditemui di ruang kerjanya, Kamis (19/12/2019) – Foto: M. Noli Hendra

Apalagi kini ada pusat Toko Tani Indonesia (TTI) yang dihendel oleh Dinas Pangan Provinsi Sumatera Barat, di sana banyak sembako yang distok.

“Jadi bagi yang ingin membeli sejumlah sembako di TTI Sumatera Barat ada jual dan bahkan harganya di bawah harga pasar,” jelasnya.

Asben berharap tidak ada gejolak kekurangan stok sembako di momen liburan akhir tahun ini. Kepada masyarakat juga diimbau tidak terpengaruh apabila ada informasi tentang stok sembako sulit didapatkan, sehingga mengakibatkan pembelian sembako meningkat dan membuat stok jadi benar-benar menipis.

“Dapat dipastikan stok aman, jika ada yang butuh bisa ke Dinas Pangan atau langsung ke TTI yang ada Air Pacah Padang,” ucapnya.

Lihat juga...